Konten dari Pengguna

Lukisan Tertua di Dunia yang Mengubah Sejarah Peradaban Seni

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi lukisan tertua di dunia. Foto: Pixabay.com/Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lukisan tertua di dunia. Foto: Pixabay.com/Pexels

Lukisan tertua di dunia telah mengubah pemahaman tentang sejarah seni rupa sekaligus menunjukkan kompleksitas budaya manusia sejak masa prasejarah.

Penemuan arkeologis ini memperluas wawasan terhadap kemampuan ekspresi simbolik manusia purba jauh lebih awal dari yang sebelumnya diperkirakan.

Fakta ini juga memperkuat posisi kawasan Asia Tenggara sebagai salah satu wilayah penting dalam narasi besar evolusi budaya manusia.

Lukisan Tertua di Dunia

Ilustrasi lukisan tertua di dunia. Foto: Pixabay.com/Nettapi

Dikutip dari griffith.edu.au, lukisan tertua di dunia ditemukan di sebuah gua kapur bernama Leang Tedongnge yang terletak di Sulawesi, Indonesia, dan diperkirakan berusia setidaknya 45.500 tahun.

Lukisan ini menggambarkan seekor babi kutil Sulawesi yang merupakan spesies endemik, dilukis secara figuratif di permukaan dinding gua dengan menggunakan pigmen alami.

Keberadaan karya seni tersebut menunjukkan bahwa manusia purba di wilayah Wallacea telah memiliki kemampuan visualisasi dan simbolisasi yang kompleks pada masa yang sangat awal.

Penanggalan usia lukisan dilakukan dengan teknik analisis uranium-series terhadap endapan kalsium karbonat yang terbentuk secara alami di atas permukaan dinding gua.

Metode ini memungkinkan para peneliti menentukan usia minimum dari karya seni yang berada di balik lapisan mineral tersebut secara akurat dan ilmiah.

Profesor Maxime Aubert bersama Profesor Adam Brumm dari Griffith University termasuk dalam tim internasional yang berhasil menemukan dan meneliti karya ini secara intensif.

Kedua profesor ini sebelumnya juga menemukan adegan berburu yang digambarkan dalam bentuk sosok manusia setengah hewan yang tengah memburu babi kutil dan anoa, dengan usia minimal 43.900 tahun.

Penemuan itu terjadi di situs gua lain yang juga berada di kawasan karst Sulawesi Selatan dan menunjukkan adanya narasi visual yang sangat kompleks dari manusia purba.

Lukisan tersebut dianggap sebagai bentuk tertua dari penggambaran adegan atau narasi yang dikenal dalam sejarah seni global, jauh sebelum lukisan gua terkenal di Eropa seperti Lascaux maupun Chauvet.

Dalam konteks sejarah seni dan evolusi kognitif, karya ini mencerminkan munculnya pikiran modern dan kemampuan untuk menyampaikan ide serta cerita secara simbolis dalam bentuk gambar.

Temuan ini memiliki arti penting karena menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat awal ekspresi artistik manusia di dunia.

Selain mengungkap jejak budaya purba, hasil ini juga memperkaya perspektif ilmiah tentang migrasi manusia awal yang menyeberangi wilayah Wallacea menuju Australia.

Data arkeologis yang sangat tua tersebut memperkuat hipotesis bahwa penghuni awal kawasan ini bukan hanya mampu bertahan hidup, tetapi juga telah mengembangkan bentuk komunikasi visual yang rumit.

Rock art seperti ini dianggap sebagai arsip pengalaman manusia sejak masa lampau yang tidak tergantikan, mengandung informasi spiritual, identitas kelompok, serta hubungan erat dengan lingkungan sekitar.

Secara keseluruhan, lukisan tertua di dunia ini menunjukkan bahwa nilai-nilai estetika dan simbolik telah hidup dalam benak manusia jauh sebelum peradaban formal muncul.

Oleh sebab itu, temuan ini bukan hanya penting bagi arkeologi tetapi juga menjadi tonggak sejarah seni dan kebudayaan global. (Suci)

Baca Juga: Feng Shui Lukisan untuk Kantor agar Membawa Keberuntungan