Konten dari Pengguna

Macam-macam Faktor yang Mempengaruhi Proses Integrasi Sosial

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Faktor yang Mempengaruhi Proses Integrasi Sosial. Sumber: Unsplash.com/Priscilla Du Preez
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Faktor yang Mempengaruhi Proses Integrasi Sosial. Sumber: Unsplash.com/Priscilla Du Preez

Salah satu faktor yang mempengaruhi proses integrasi sosial adalah berlakunya setiap norma kehidupan secara konsisten. Bentuk kekonsistenan norma dapat mencakup pemahaman masyarakat terhadap norma, penerapan, aturan, serta sanksi-sanksinya.

Selain konsistensi norma, masih ada faktor lain yang memberikan pengaruh terhadap proses integrasi sosial. Faktor tersebut meliputi tujuan bersama, perasaan saling bergantung di antara masyarakat, serta keadaan yang menjadi latar belakang integrasi sosial.

Pengertian dan Syarat Terjadinya Integrasi Sosial

Ilustrasi Faktor yang Mempengaruhi Proses Integrasi Sosial. Sumber: Unsplash.com/Brooke Cagle

Integrasi sosial merupakan suatu fenomena yang memungkinkan untuk terjadi dalam kehidupan manusia. Secara bahasa, integrasi memiliki makna sebagai pembauran hingga menjadi kesatuan yang utuh.

Mengutip dari buku Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas XI karya Maryati dan Juju (2007: 68), integrasi sosial adalah proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan. Unsur-unsur tersebut, antara lain:

  • Kedudukan sosial

  • Ras

  • Etnik

  • Agama

  • Bahasa

  • Kebiasaan

  • Sistem nilai

  • Norma

Integrasi sosial dapat terjadi jika sebagian besar anggota masyarakat memiliki kesepakatan tentang struktur kemasyarakatan. Mengutip dari buku yang sama, Maryati dan Juju (2007: 68), syarat terjadinya integrasi sosial menurut William F. Ogburn dan Mayer Nimkoff, yaitu:

  1. Setiap anggota masyarakat merasa bahwa dirinya berhasil saling mengisi kebutuhan-kebutuhannya. Hal itu berarti kebutuhan fisik dan sosialnya dapat dipenuhi oleh sistem sosial masyarakat tersebut.

  2. Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan bersama mengenai norma dan nilai-nilai sosial yang dilestarikan dan dijadikan pedoman dalam berinteraksi antara satu dan lainnya.

  3. Norma-norma dan nilai sosial itu berlaku cukup lama, tidak mudah berubah, dan dijalankan secara konsisten oleh seluruh anggota masyarakat.

Syarat terjadinya integrasi sosial menurut William F. Ogburn dan Mayer Nimkoff selaras dengan faktor yang mempengaruhi proses integrasi sosial. Salah satu contoh adalah keharusan norma untuk dijalankan secara konsisten agar tercapai integrasi sosial.

Faktor yang Memengaruhi Proses Integrasi Sosial

Ilustrasi Faktor yang Mempengaruhi Proses Integrasi Sosial. Sumber: Unsplash.com/Akson

Setelah mengetahui pengertian dan syarat terjadinya integrasi sosial, sekarang adalah saat untuk memahami faktor yang memengaruhi proses tersebut. Mengutip dari buku Sosiologi Hukum (Suatu Pengantar) karya Madiong (2014: 240), lima faktor yang mempengaruhi integrasi sosial, yaitu:

  • Tercapainya suatu konsensus mengenai nilai-nilai dan norma-norma sosial.

  • Norma-norma yang berlaku konsisten dan tidak berubah-ubah.

  • Adanya tujuan bersama yang hendak dicapai.

  • Anggota masyarakatnya merasa saling bergantung dalam mengisi kebutuhan-kebutuhannya.

  • Dilatarbelakangi oleh adanya konflik dalam suatu kelompok.

Berdasarkan ulasan di atas, diketahui bahwa ada banyak faktor yang mempengaruhi proses integrasi sosial. Faktor tersebut meliputi berlakunya norma secara konsisten, adanya tujuan bersama, rasa saling bergantung, dan peristiwa yang melatarbelakanginya. (AA)