Konten dari Pengguna

Macam-Macam Peran Indonesia dalam Gerakan Non-Blok (GNB)

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Peran Indonesia dalam Gerakan Non-Blok. Sumber: Unsplash.com/Olga Tutunaru
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Peran Indonesia dalam Gerakan Non-Blok. Sumber: Unsplash.com/Olga Tutunaru

Gerakan Non-Blok (GNB) merupakan organisasi negara-negara yang tidak memihak, baik itu terhadap Blok Barat maupun Blok Timur. Indonesia menjadi salah satu negara anggota GNB yang memiliki peranan penting.

Peran Indonesia dalam Gerakan Non-Blok adalah sebagai salah satu negara perintisnya. GNB didirikan pada tahun 1961, tepatnya pada tanggal 1 September. Salah satu tujuan pendirian organisasi tersebut, yaitu mengembangkan solidaritas antarsesama negara berkembang dalam mencapai persamaan, kemakmuran, dan kemerdekaan.

Untuk lebih memahami tentang peran Indonesia dalam Gerakan Non-Blok, mari simak pembahasannya di bawah ini.

Peran Indonesia dalam Gerakan Non-Blok

Ilustrasi Peran Indonesia dalam Gerakan Non-Blok. Sumber: Unsplash.com/Bernd Klutsch

Indonesia merupakan negara yang aktif dalam berbagai organisasi serta konferensi tingkat dunia. Salah satu contoh adalah aktif berperan dalam Gerakan Non-Blok.

Gerakan Non-Blok adalah organisasi atau gerakan yang dipelopori oleh negara-negara dunia ketiga. Negara-negara tersebut tidak memihak dan tidak menganggap negaranya mempunyai aliansi, baik itu dengan Blok Barat maupun Blok Timur.

Indonesia sebagai negara yang aktif dalam Gerakan Non-Blok tentu mempunyai serangkaian peran dalam organisasi tersebut.

Mengutip dari buku Explore Sejarah Indonesia Jilid 3 untuk SMA/MA Kelas XII karya Abdurakhman dan Arif (2019: 218), berikut peran Indonesia dalam Gerakan Non-Blok.

  1. Indonesia merupakan salah satu negara yang memprakarsai pembentukan Gerakan Non-Blok (GNB).

  2. Indonesia menjadi penyelenggara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Gerakan Non-Blok di Jakarta pada tahun 1992.

  3. Indonesia turut meredakan ketegangan yang terjadi di kawasan bekas Yugoslavia pada tahun 1991.

  4. Indonesia pernah menjadi Ketua Gerakan Non-Blok pada tahun 1992. Pada masa itu, Indonesia pernah berupaya menyelesaikan masalah utang luar negeri negara-negara berkembang miskin secara terpadu, berkesinambungan, dan komprehensif.

  5. Indonesia bersama Brunei Darussalam mendirikan Pusat Kerja Sama Teknik Selatan-Selatan GNB di Jakarta untuk memperkuat kerja sama negara-negara anggota.

Tujuan Gerakan Non-Blok (GNB)

Ilustrasi Peran Indonesia dalam Gerakan Non-Blok. Sumber: Unsplash.com/Olga Tutunaru

Mengutip dari buku Explore Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jilid 3 untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI karya Tujuan dan Sugimin (2019: 137), tujuan dari Gerakan Non-Blok, yaitu:

  • Mengembangkan solidaritas antara sesama negara berkembang dalam mencapai persamaan, kemakmuran, dan kemerdekaan.

  • Meredakan ketegangan dunia akibat perseteruan antara Blok Barat dan Blok Timur.

  • Menahan pengaruh buruk yang berasal dari Blok Barat dan Blok Timur.

Kesimpulannya, Indonesia merupakan salah sau negara yang berperan aktif dalam Gerakan Non-Blok (GNB).

Salah satu contoh bukti keaktifannya, yaitu Indonesia pernah menjadi penyelenggara KTT GNB tahun 1992. (AA)