Manfaat Politik Balas Budi Buatan Belanda bagi Bangsa Indonesia dan Sejarahnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa manfaat politik balas budi buatan Belanda bagi bangsa Indonesia? Manfaat atau dampak positifnya adalah lahirnya para cendekiawan atau orang-orang terpelajar dari Indonesia dan terlaksananya pemerataan penduduk.
Inilah manfaat politik balas budi buatan Belanda bagi bangsa Indonesia yang perlu disimak.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian dan Sejarah Politik Balas Budi
Politik balas budi atau dikenal sebagai politik etis muncul sebagai reaksi atas protes terhadap kebijakan tanam paksa yang diterapkan Van Den Bosch.
Politik etis dipelopori oleh Conrad Theodore van Deventer, seorang ahli hukum Belanda juga Brooshooft yang merupakan wartawan sekaligus sastrawan Belanda.
Kecaman ini dilayangkan oleh Van Deventer tahun 1901. Ia menjelaskan jika Hindia Belanda mempunyai kewajiban moral dalam menyejahterakan jajahan, yang kemudian dikenal sebagai politik balas budi atau politik etis.
Melansir sma13smg.sch.id, kebijakan politik etis Hindia Belanda dikenal pula dengan nama Trias Van Deventer. Kebijakan tersebut mencakup beberapa hal, yaitu:
Irigasi (memperbaiki sistem pertanian serta irigasi).
Transmigrasi (pemindahan penduduk dengan tujuan pemerataan).
Edukasi (memberikan pendidikan pada kaum pribumi).
Sayangnya, Trias Van Deventer tak dapat berjalan sesuai harapan disebabkan pemerintah kolonial Belanda yang merasa enggan untuk mengubah kondisi rakyat Indonesia. Mereka justru terus melakukan eksploitasi.
Mereka juga tidak memberi bantuan pada usahawan pribumi secara serius, irigasi yang tidak merata, hingga hanya memberi pelajaran tingkat rendah serta membatasi pribumi yang boleh menimba ilmu hanya dari golongan priyayi.
Apa Manfaat Politik Balas Budi Buatan Belanda bagi Bangsa Indonesia?
Beberapa manfaat atau dampak positif dari politik etis yang dirasakan bangsa Indonesia, antara lain:
1. Munculnya Cendekiawan Pribumi
Politik etis membuat munculnya para cendekiawan atau kalangan terdidik yang berasal dari pribumi. Kaum terdidik inilah yang kemudian mendirikan beragam perkumpulan atau organisasi. Sebut saja, Budi Utomo, Sarekat Islam, dan Indische Partij.
2. Terbangunnya Saluran Irigasi
Terbangunnya saluran irigasi yang dimaksudkan untuk membantu para penduduk dalam mengairi area persawahan mereka hingga terjadinya pemerataan penduduk sehingga tidak terpusat di satu wilayah saja.
Penyimpangan Politik Balas Budi
Di balik manfaat atau dampak positif dari politik etis, rupanya ada banyak penyimpangan yang dilakukan oleh Belanda, antara lain:
1. Pembangunan Irigasi Tidak Sesuai Tujuan
Pembangunan irigasi yang seharusnya ditujukan untuk mengairi sawah-sawah penduduk, tetapi justru dimanfaatkan guna mengairi sawah serta ladang milik pemerintah Belanda juga swasta.
2. Penyimpangan Program Pemerataan Penduduk
Program pemerataan penduduk juga ternyata menyimpang. Orang-orang Indonesia malah ditempatkan di wilayah perkebunan Belanda guna memenuhi tenaga kerja di sana.
3. Diskriminasi dalam Bidang Pendidikan
Kemudian, di bidang pendidikan pun terjadi diskriminasi di mana sekolah hanya diperuntukkan bagi kaum bangsawan.
Pertanyaan tentang apa manfaat politik balas budi buatan Belanda bagi bangsa Indonesia sudah terjawab. Kendati ada manfaat atau dampak positif, ternyata pihak Hindia Belanda tetap melakukan penyimpangan yang tentu merugikan bagi rakyat Indonesia. (DN)
