Konten dari Pengguna

Marwah Bin Muhammad, Khalifah Terakhir Bani Umayyah

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tempat tinggal Khalifah terakhir Bani Umayyah. Sumber foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tempat tinggal Khalifah terakhir Bani Umayyah. Sumber foto: Pixabay

Khalifah terakhir Bani Umayyah adalah Marwah bin Muhammad, yang juga dikenal sebagai Marwan II. Beliau menjadi pemimpin terakhir dari Dinasti Umayyah yang berkuasa di Damaskus, Suriah.

Sebagai khalifah terakhir, Marwan II memiliki sejarah panjang dalam kepemimpinannya. Hal ini disebabkan oleh prestasinya selama memimpin Dinasti Umayyah. Lebih lengkap, simak di bawah ini.

Mengenal Marwah Bin Muhammad, Khalifah Terakhir Bani Umayyah

Ilustrasi tempat tinggal bani Umayyah. Sumber foto: Pixabay

Marwah bin Muhammad bin Marwan, yang juga dikenal sebagai Abu Abdul Malik merupakan seorang khalifah yang lahir pada 691 M. Ia adalah seorang pemimpin dari dinasti besar, yakni Umayyah.

Dikutip dari Jurnal Ekonomi pada Masa Bani Umayyah, Abbasiyah, dan Turki Utsmani milik Aninda Aprilia, Marwan II juga mendapat julukan al-Himar, yakni seorang khalifah yang sabar dalam menghadapi musuh-musuh dan pemberontakan.

Selama hampir enam tahun memimpin Dinasti Umayyah, Marwah bin Muhammad berhasil mencetak ratusan prestasi. Di mana hal ini menjadi kebanggaan sendiri untuk dirinya.

Sebelum menjadi pemimpin Bani Umayyah, Marwan II adalah seorang Gubernur Amernia. Kala itu, ia tidak terima kenyataan bahwa Khalifah al-Walid II telah dibunuh oleh pasukan Yazid II.

Akhirnya, setelah Khalifah Yazid III wafat, dan digantikan oleh Khalifah Ibrahim, pasukan Maarwan II langsung menyerang ibu kota negara, yakni Damaskus. Akibatnya, takhta kekuasaan sempat kosong.

Seiring berjalannya waktu, datanglah Abu Muhammad as-Syufani yang saat itu menyapa Marwan dengan sebutan Khalifah. Syufani pun menyatakan bahwa Hakam bin al-Walid II telah meneruskan kepemimpinan Umayyah kepada Marwan bin Muhammad.

Akhirnya, Marwan II pun segera menjabat sebagai khalifah Bani Umayyah sejak tahun 744 Masehi.

Berakhirnya Kepemimpinan Marwah bin Muhammad

Selama menjabat sebagai pemimpin Bani Umayyah, Marwan II telah melewati berbagai tantangan. Salah satunya adalah pemberontakan anti Umayyah di Iran dan Irak.

Hampir semua prestasi yang diraih oleh Marwan II adalah kemenangan atas perang. Sayangnya, pada 749, terjadi Pemberontakan Bashmuric di Mesir yang tidak dapat ditangani oleh Marwan II. Akibatnya, ia mendapatkan kekalahan telak.

Pada Pertempuran Zab ini, Bani Umayyah kehilangan hampir 300 anggota keluarganya. Kekalahan inilah yang menandakan kekuasaan Bani Umayyah di Damaskus telah runtuh.

Marwan bin Muhammad pun segera melarikan diri ke Yordania, Palestina, lalu ke Mesir. Saat pelariannya, Marwan II berhasil dikalahkan oleh pengikut Abu Abbas As-Saffah pada 750 dan langsung tewas di medan perang. (RN)