Masa Kejayaan Kerajaan Kahuripan di Bawah Pemerintahan Airlangga

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kerajaan Kahuripan merupakan kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha di Nusantara yang didirikan oleh keturunan Kerajaan Medang, bernama Airlangga. Kerajaan Kahuripan berdiri tahun 1009 M.
Kerajaan Kahuripan menjadi kelanjutan dari Kerajaan Medang Kamulan yang ada di Jawa Timur. Masa kejayaan kerajaan Kahuripan terjadi di bawah pemerintahan Airlangga.
Masa kejayaan Kerajaan Kahuripan
Rizem Aidiz dalam buku berjudul Pasang Surut Runtuhnya Kerajaan Hindu-Buddha dan Bangkitkan Kerajaan Islam di Nusantara menjelaskan bahwa Kerajaan Kahuripan secara de facto menjadi kelanjutan eksistensi Kerajaan Medang yang runtuh di tahun 1006 M (ada yang menyatakan tahun 1009 M).
Airlangga memerintah kerajaan Kahuripan dari tahun 1009 M sampai 1042 M, dengan gelarnya Abhiseka Sri Maharaja Rakai Halu Sri Dharmawangsa Airlangga Anantawikramottunggadewa.
Ketika Airlangga naik takhta di tahun 1009 M. Kawasan Kerajaan Kahuripan meliputi Sidoarjo dan Pasuruan saja, setelah Kerajaan Sriwijaya dikalahkan oleh Rajendra Coladewa dari India, Arlangga semakin leluasa membangun kejayaan Wangsa Isana dengan menaklukkan Pulau Jawa.
Pada masa kepemimpinan Airlangga inilah Kerajaan Kahuripan mengalami kemajuan yang pesat yang terjadi hampir dari segala bidang, baik ekonomi, politik, dan militer. Terlebih Airlangga terkenal sebagai pemimpin yang bijaksana, berwibawa, dan cakap.
Inilah beberapa kemajuan Kerajaan Kahuripan saat dipimpin oleh Airlangga:
Memperluas wilayah meliputi Madura, Jawa Timur, Bali, dan sebagian lagi Jawa Tengah.
Meringankan beban pajak rakyat yang mengalami musibah.
Pembangunan pelabuhan, jalan, dan bendungan yang membuat perekonomian semakin mudah dan maju.
Kebijakan dalam bidang seni, pertanian, dan budaya sehingga pengaruh Kerajaan Kahuripan bisa menyebar ke berbagai wilayah. Terutama di wilayah kekuasaannya.
Mendirikan Candi Belahan, Candi Jawi, sekaligus Candi Surawa.
Memperluas hubungan diplomatik dengan cara mengirim utusan ke China.
Masa kejayaan Kerajaan Kahuripan tidak berjalan lama. Tahun 1045, Airlangga memutuskan turun tahta dan memutuskan membagi kerajaan menjadi dua bagian agar tidak menjadi rebutan oleh kedua putranya.
Kerajaan tersebut adalah Panjalu atau Kadiri dan Jenggala. Keputusan yang diambil Airlangga semata-mata untuk mencegah konflik besar yang bisa membahayakan kerajaan maupun masyarakat. Hal ini sebagai bukti bahwa Airlangga merupakan raja yang bijaksana dalam menjaga kedamaian di wilayahnya.
Demikianlah penjelasan tentang masa kerajaan Kerajaan Kahuripan yang terjadi pada masa pemerintahan Airlangga. Semoga membantu! (eK)
