Konten dari Pengguna

Masa Keruntuhan Kerajaan Majapahit pada Abad 15 dan Penyebabnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi Kerajaan Majapahit (Unsplash)
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi Kerajaan Majapahit (Unsplash)

Masa keruntuhan suatu kerajaan selalu menciptakan landasan bersejarah yang sarat akan konflik, perubahan, dan kejatuhan.

Begitu juga dengan masa keruntuhan Kerajaan Majapahit, menjadi hal yang menarik karena kerajaan ini pernah mendominasi Nusantara pada abad pertengahan.

Mengenal Kerajaan Majapahit

ilustrasi kerajaan Majapahit (Unsplash)

Berdasarkan Informasi dari buku Kebesaran Majapahit sebagai Sumber Inspirasi untuk Meraih Keberhasilan karya Agus Boyot, Kerajaan Majapahit berdiri kokoh dari abad ke-13 hingga akhir abad ke-15.

Raja pertama Majapahit adalah Raden Wijaya, kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya di masa pemerintahan Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada.

Masa Keruntuhan Kerajaan Majapahit pada Abad 15

Masa kejayaan Majapahit yang telah berlangsung berabad-abad, akhirnya menemui titik terendahnya pada abad ke-15.

Berikut ini adalah Faktor-faktor penyebab keruntuhan Kerajaan Majapahit tersebut:

1. Mengalami Kemunduran setelah Hayam Wuruk

Setelah masa kejayaan yang gemilang di bawah pemerintahan Hayam Wuruk, Majapahit mulai mengalami kemunduran.

Penerus Hayam Wuruk tidak sepenuhnya mampu mengelola kekayaan dan keberagaman wilayah Majapahit dengan efektif, menyebabkan keruntuhan dalam sistem pemerintahan.

2. Banyaknya Pemberontakan

Kondisi politik yang tidak stabil setelah kematian Hayam Wuruk memunculkan berbagai pemberontakan di berbagai wilayah Majapahit, seperti Kuti, Tanca, dan Sadeng Keta.

Pemberontakan ini melemahkan kerajaan dari dalam, menciptakan ketidakpastian dan kekacauan.

3. Konflik Internal Kerajaan

Konflik internal di kalangan keluarga kerajaan turut menyumbang pada keruntuhan Majapahit.

Dimulai dari pemerintahan Brawijaya pertama, konflik dalam keluarga kerajaan semakin memanas, menciptakan keretakan yang semakin memperlemah fondasi kerajaan.

4. Semakin Menguatnya Demak

Pada saat yang sama, kekuatan Islam semakin menguat di pulau Jawa, terutama melalui keberlanjutan Kerajaan Demak.

Keberanian dan kekuatan militer Demak, yang merupakan kerajaan Islam pertama di Jawa, semakin menekan keberlanjutan eksistensi Majapahit.

5. Diruntuhkan oleh Keturunan Raja

Akhirnya, Sultan Trenggana dari Demak, yang ternyata merupakan keturunan Raja Brawijaya kelima dari salah satu selirnya yang berasal dari Tiongkok, menjadi sosok sentral dalam meruntuhkan Majapahit pada tahun 1527.

Ironisnya, keluarga kerajaan sendiri yang berkontribusi pada kehancuran kerajaan besar tersebut.

Masa keruntuhan Kerajaan Majapahit di abad ke-15 menjadi babak baru dalam sejarah Nusantara. Kekuasaan yang dulu begitu kuat kemudian berakhir dalam konflik dan peperangan.

Namun, melalui sisa-sisa peninggalan sejarah dan arkeologis, siapa saja dapat menggali pelajaran berharga tentang kerapuhan kekuasaan dan keharusan menjaga stabilitas internal. (AZZ)