Masa Megalitikum: Pengertian, Ciri, dan Peninggalannya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masa Megalitikum adalah salah satu fase penting dalam prasejarah manusia, yang dikenal dengan pembangunan struktur besar dari batu atau megalit. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani, "mega" berarti besar, dan "lithos" berarti batu.
Pada masa ini berlangsung dari akhir zaman Neolitikum hingga awal zaman perundagian, dengan dua gelombang utama yaitu Megalit Tua (2500-1500 SM) dan Megalit Muda (1000-100 SM).
Masa Megalitikum ini menonjolkan budaya yang sarat dengan kepercayaan terhadap roh nenek moyang dan hubungan duniawi dengan spiritual.
Ciri Khas di Masa Megalitikum
Mengutip dari situs uisu.ac.id, Masa Megalitikum memiliki sejumlah ciri khas yang mencerminkan budaya masyarakat pada waktu itu
1. Struktur arsitektur
Bangunan megalitik seperti menhir, dolmen, dan punden berundak menjadi simbol utama. Menhir berfungsi sebagai tugu batu, dolmen sebagai altar atau meja batu, dan punden berundak untuk upacara keagamaan.
2. Fungsi sosial dan ritual
Struktur batu besar ini sering digunakan dalam ritual pemujaan terhadap nenek moyang atau sebagai tempat penguburan.
Kepercayaan masyarakat terhadap dunia spiritual sangat kuat, tercermin dalam desain dan lokasi bangunan.
3. Penyebaran geografis
Kebudayaan megalitik tersebar di wilayah Indonesia seperti Sumatera, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Jawa, menunjukkan betapa luasnya pengaruh budaya ini.
4. Teknik pembangunan
Meskipun sederhana, teknik yang digunakan cukup efektif. Batu besar diukir dan diangkut tanpa alat berat modern, menunjukkan kecerdasan teknis masyarakat megalitik.
Peninggalan Masa Megalitikum yang Masih Ada
Mengutip dari situs uisu.ac.id, berikut ini ada beragam peninggalan masa megalitikum masih dapat ditemukan.
Menhir adalah tugu batu besar berdiri sendiri.
Dolmen adalah meja batu untuk upacara.
Punden berundak adalah struktur bertingkat untuk pemujaan.
Sarkofagus adalah peti batu untuk penguburan.
Contoh situs terkenal termasuk Lembah Behoa di Sulawesi Tengah dan situs megalitik di Sumatera Barat.
Sehingga, Masa Megalitikum tidak hanya menyimpan jejak kepercayaan masyarakat prasejarah tetapi juga menjadi bukti kekayaan sejarah dan budaya Indonesia. Peninggalan masa ini terus menjadi saksi bisu perjalanan panjang peradaban manusia. (Echi)
Baca juga: Negara Pasundan: Sejarah dan Letak Geografisnya
