Masa Perundagian Dilihat dari Aspek Kehidupan dan Sistem Teknologinya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Akhir zaman prasejarah di wilayah Indonesia dikenal dengan sebutan masa perundagian atau masa logam. Masa perundagian dilihat dari beberapa aspek kehidupan, salah satunya sudah bisa memperhitungkan musim tanam dan panen.
Dikutip dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial karya Waluyo, manusia di masa perundagian itu sudah mengenal logam, seperti perunggu serta besi, serta membuat barang dari logam.
Masa Perundagian Dilihat dari Aspek Kehidupan dan Sistem Teknologinya
Kata 'perundagian' berasal dari kata undagi yang artinya orang yang ahli melakukan pekerjaan tertentu. Manusia pendukung masa perundagian ahli dalam menciptakan barang dari logam.
Hasil kebudayaan dari masa ini diantaranya benda kesenian, peralatan hidup, hingga peralatan upacara adat.
Kehidupan Sosial-Ekonomi Masa Perundagian
Kehidupan sosial-ekonomi dalam masa perundagian mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
Jumlah penduduk semakin bertambah, pertanian serta peternakan semakin maju, hingga mengenal cara bercocok tanam yang sederhana.
Kehidupan masyarakat zaman perundagian sudah semakin teratur dibandingkan zaman sebelumnya, yaitu memiliki pembagian kerja berdasarkan keahlian masing-masing individu.
Kegiatan ekonomi mengalami perkembangan, baik pada bidang perikanan, pertanian, kerajinan tangan dan lain-lain. Selanjutnya hasilnya diperdagangkan lewat sistem barter.
Sistem kemasyarakatan sudah lebih teratur serta mengenal aturan tata tertib dan norma.
Sistem Teknologi Masa Perundagian
Masyarakat masa perundagian mengenal teknologi pembuatan benda dari logam. Ada dua teknik pembuatan yaitu sebagai berikut:
1. Teknik Cetak Tuang
Pembuatan benda logam dengan teknik cetak tuang dengan langkah berikut:
Membuat model logam memakai lilin serta bahan dasar sesuai keinginan.
Model lilin tadi dilapisi tanah liat. Setelah mengeras, tanah liatnya dipanaskan menggunakan api sehingga lilin dapat mencair lalu keluar lewat lubang di bagian bawahnya.
Bagian atas dari model yang sudah dilubangi sebagai tempat masuknya cairan logam.
Menunggu cairan logam hingga dingin.
Setelah cairan dingin, pecahkan model tanah liat dan benda yang diinginkan sudah jadi.
Kelebihan teknik cetak tuang adalah mempunyai detail benda yang lebih sempurna. Untuk kekurangannya yaitu cetakannya hanya dapat dipakai sekali, sehingga harus membuat model berulang kali ketika membuat benda yang sama.
2. Teknik Dua Setangkup
Langkah-langkah pembuatan benda dengan teknik dua setangkup adalah sebagai berikut:
Membuat cetakan bermodel yang akan ditangkupkan.
Tuangkan logam cair ke dalam cetakan tangkup tersebut.
Kedua cetakan kemudian saling ditangkupkan.
Tunggu hingga logam dingin.
Bukalah cetakan tangkup dan benda logam pun sudah jadi.
Kelebihan teknik dua setangkup yaitu dapat menggunakan cetakan berulang kali. Untuk kekurangannya terdapat rongga di bagian dalamnya sehingga hasilnya tidak begitu kuat.
Demikian penjelasan masa perundagian dilihat dari aspek kehidupan dan sistem teknologinya. (ARH)
