Masa Pra-Sejarah di Indonesia dan Pembagiannya yang Menarik Diketahui

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masa pra-sejarah di Indonesia terbagi menjadi dua zaman yang meliputi zaman batu dan zaman logam. Kedua zaman tersebut kemudian mengalami pembagian lagi, contohnya zaman batu yang terdiri dari Batu Tua, Batu Madya, Batu Muda, dan Batu Besar.
Setiap periodisasi masa prasejarah tersebut tentu memiliki karakteristik tersendiri. Salah satu contoh adalah zaman Batu Tua yang mempunyai bukti keberadaan berupa kapak penetak dan kapak perimbas.
Masa Pra-Sejarah di Indonesia
Masa pra-sejarah di Indonesia merupakan pembahasan yang selalu menarik bagi para pencinta sejarah atau peristiwa masa lampau. Prasejarah dalam bahasa Indonesia memiliki arti sebagai bagian ilmu sejarah tentang zaman ketika belum mengenal tulisan.
Secara umum, masa prasejarah di Indonesia terbagi menjadi dua macam yang meliputi zaman batu dan zaman logam. Pembagian zaman tersebut merujuk pada periodisasi penggunaan alat yang semula berbahan batu menjadi berbahan logam.
Pembagian Zaman Batu dan Zaman Logam di Indonesia
Zaman batu dan zaman logam dalam masa prasejarah Indonesia ternyata bukan pembagian mutlak. Hal itu dapat terjadi karena faktanya, zaman batu dan zaman logam terbagi lagi dalam beberapa babak.
Berikut adalah penjelasan mengenai pembagian zaman batu dan zaman logam sebagai bagian masa prasejarah Indonesia.
Zaman Batu
Mengutip dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial (Geografi, Sejarah, Sosiologi, Ekonomi) untuk Kelas VII Sekolah Menengah Pertama, Ruhimat, dkk. (2007: 23), pembagian zaman batu, yaitu:
Zaman Batu Tua (paleolitikum)
Zaman Batu Madya (mesolitikum)
Zaman Batu Muda (neolitikum)
Zaman Batu Besar (megalitikum)
Setiap pembagian zaman batu tersebut mempunyai karakteristik tersendiri. Beberapa contohnya, antara lain:
Zaman Batu Tua yang peralatannya terbuat dari batu kasar (belum dihaluskan), seperti kapak penetak.
Zaman Batu Madya yang manusianya sudah mulai menetap dan tinggal di gua.
Zaman Batu Muda yang manusianya telah menghasilkan makanan serta mendukung peradaban food producing.
Zaman Batu Besar yang manusianya telah menciptakan bangunan besar dari batu.
Zaman Logam
Mengutip dari buku yang sama, Ruhimat, dkk. (2007: 23), pembabakan zaman prasejarah di Indonesia, para ahli membagi zaman logam menjadi tiga, yaitu:
Zaman Tembaga
Zaman Perunggu
Zaman Besi
Serupa dengan pembagian zaman batu, setiap periodisasi zaman logam juga mempunyai karakteristik tersendiri. Beberapa contohnya, antara lain:
Zaman Tembaga, yakni ketika manusia menggunakan tembaga sebagai bahan utama dalam membuat peralatan.
Zaman Perunggu, yakni ketika manusia membuat peralatan dengan menggunakan perunggu sebagai bahannya.
Zaman Besi, yakni ketika manusia membuat peralatan dengan cara melebur bijih besi terlebih dahulu.
Kesimpulannya adalah secara umum, masa pra-sejarah di Indonesia terbagi menjadi dua yang meliputi zaman batu dan zaman logam. Kedua zaman tersebut kemudian mengalami pembagian lagi, yakni empat bagian zaman batu dan tiga bagian zaman logam. (AA)
