Mata Uang Korea Utara: Nama, Nilai, dan Fakta Uniknya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mata uang Korea Utara menjadi salah satu topik yang sering memicu rasa penasaran, terutama karena negara ini dikenal sangat tertutup dari dunia luar.
Di balik kebijakan politik yang kaku dan sistem pemerintahan yang terpusat, keberadaan mata uang di Korea Utara menyimpan banyak misteri yang belum banyak diketahui secara luas.
Negara yang dipimpin oleh rezim dinasti ini memiliki sistem ekonomi yang unik dan berbeda dibandingkan dengan kebanyakan negara lain di dunia.
Mata Uang Korea Utara
Mata uang Korea Utara dikenal dengan nama won, dengan kode ISO KPW (Korean People’s Won). Sama seperti Korea Selatan, nama mata uang ini berasal dari karakter Tiongkok yang berarti bulat atau koin.
Meski namanya serupa, sistem ekonomi dan penggunaan mata uang ini sangat berbeda. Korea Utara menerapkan sistem yang tertutup dan dikontrol ketat oleh pemerintah pusat, termasuk dalam hal sirkulasi uang.
Dikutip dari laman p2k.stekom.ac.id, Won Korea Utara diterbitkan oleh Bank Sentral Republik Rakyat Demokratik Korea. Sepanjang sejarahnya, mata uang ini telah mengalami beberapa kali redenominasi.
Salah satu yang paling signifikan terjadi pada tahun 2009, ketika pemerintah memotong nilai mata uang secara drastis.
Kebijakan ini menyebabkan kekacauan ekonomi, toko-toko tutup, dan banyak warga kehilangan simpanan mereka karena adanya batas penukaran yang sangat rendah.
Nilai tukar won terhadap mata uang asing sangat tidak stabil. Di pasar resmi, nilainya dibuat tetap oleh pemerintah, namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa nilai tukar di pasar gelap bisa jauh berbeda.
Di perbatasan dengan Tiongkok, aktivitas jual beli dengan kurs gelap sering terjadi, bahkan lebih mencerminkan nilai riil dari won itu sendiri.
Ini menjadi gambaran kuat bagaimana ekonomi informal berkembang sebagai respons atas keterbatasan ekonomi formal.
Yang menarik, Korea Utara pernah memiliki sistem mata uang ganda, di mana terdapat won khusus untuk warga lokal dan won khusus untuk warga asing atau diplomat.
Uang versi asing ini hanya bisa digunakan di toko-toko tertentu, yang biasanya menjual produk impor dengan harga tinggi. Sistem ini menunjukkan kontrol pemerintah atas akses terhadap barang dan jasa tertentu.
Desain uang kertas Korea Utara menonjolkan tokoh-tokoh penting seperti Kim Il-sung, serta simbol-simbol revolusi dan nasionalisme.
Tidak ditemukan gambar Kim Jong-un pada uang kertas yang beredar saat ini, karena penghormatan terhadap pemimpin biasanya diwujudkan dalam bentuk lain seperti patung atau mural.
Sebagai alat tukar resmi dan cerminan sistem politik-ekonomi yang khas, mata uang Korea Utara menyimpan banyak sisi unik yang menggambarkan dinamika internal negara tertutup ini. (KIKI)
Baca juga: 3 Pantangan Naik Gunung Andong, Tradisi Lokal yang Tak Boleh Diabaikan
