MEA: Sejarah Pembentukan, Tujuan, serta Karakteristiknya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

MEA adalah program yang mempunyai tujuan untuk mewujudkan integrasi ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Tujuan tersebut dapat terlihat jelas jika menilik kepanjangan dari MEA, yakni Masyarakat Ekonomi ASEAN.
Berdasarkan kepanjangannya, jelas bahwa MEA merupakan salah satu program dari ASEAN (Association of Southeast Asian Nations). Keberadaan MEA bermula dari perjanjian bersama pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Kuala Lumpur tahun 1997.
MEA: Sejarah, Tujuan, dan Karakteristiknya
MEA merupakan sebuah program yang berasal dari organisasi Association of Southeast Asian Nations atau ASEAN. Kepanjangan dari MEA adalah Masyarakat Ekonomi ASEAN.
Layaknya sebuah program, keberadaan MEA juga mempunyai sejarah, tujuan, serta karakteristik khusus. Berikut adalah penjelasan tentang sejarah, tujuan, dan karakteristik MEA yang dapat melengkapi pemahaman.
A. Sejarah
Mengutip dari buku Explore Ilmu Pengetahuan Sosial Jilid 2 untuk SMP/MTs Kelas IX karya Wati (2019: 117), sejarah MEA diawali dari perjanjian bersama pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia pada tahun 1997.
KTT tersebut menghasilkan satu visi bersama negara-negara Asia Tenggara. Visi tersebut adalah menjadikan Asia Tenggara sebagai kawasan makmur dengan pembangunan dan pengembangan ekonomi yang merata di setiap negara anggotanya.
B. Tujuan
Keberadaan MEA itu sendiri memiliki tujuan utama untuk mewujudkan integrasi ekonomi ASEAN. Tujuan tersebut diuraikan secara lebih jelas dalam Deklarasi Cebu.
Mengutip dari buku yang sama, Wati (2019: 117), berikut adalah tujuan utama dibentuknya MEA:
Menciptakan pasar tunggal yang mencakup negara-negara ASEAN sekaligus pusat produksi;
Menjadikan ASEAN sebagai kawasan berdaya saing ekonomi tinggi;
Meratakan pemberdayaan ekonomi kawasan ASEAN dengan sasaran utama revitalisasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM);
Mengintegrasikan ekonomi kawasan dengan ekonomi global untuk meningkatkan peran serta ASEAN dalam percaturan kebijakan global.
C. Karakteristik
Mengutip dari buku Pemartabatan Bahasa Indonesia dalam Menghadapi Perubahan Konstelasi Politik dan Ekonomi Dunia, Quinn, dkk. (2017: 80), karakteristik MEA, yaitu:
Pasar dan basis produksi tunggal;
Wilayah ekonomi yang sangat kompetitif;
Wilayah pembangunan ekonomi yang adil; dan
Kawasan yang terintegrasi ke dalam ekonomi global.
Demikian menjadi jelas bahwa MEA adalah akronim dari Masyarakat Ekonomi ASEAN. Program tersebut terbentuk untuk mewujudkan integrasi ekonomi ASEAN. (AA)
