Konten dari Pengguna

Memahami 2 Jalur Masuknya Proto Melayu ke Indonesia

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jalur masuknya proto melayu ke indonesia. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jalur masuknya proto melayu ke indonesia. Foto: Pixabay

Proto Melayu diyakini sebagai nenek moyang dari semua orang di kelompok Melayu Polinesia. Area sebarannya dimulai dari Madagaskar hingga pulau paling timur di Samudera Pasifik.

Lalu bagaimana Proto Melayu bisa masuk ke Indonesia? Diketahui terdapat dua jalur masuk Proto Melayu ke Indonesia, yaitu jalan barat dan jalan timur. Simak penjelasannya di bawah ini.

Jalur Masuknya Proto Melayu ke Indonesia

Ilustrasi jalur masuknya proto melayu ke indonesia. Foto: Pixabay

Proto Melayu pertama kali datang ke Indonesia sekitar 2.000 SM. Mengutip buku Sejarah Asia Tenggara karya Yoseph, Proto Melayu masuk ke Indonesia melalui dua jalur, yaitu:

a. Jalur Barat

Berawal dari Yunan (Cina Selatan) berpindah melalui Selat Malaka (Malaysia) kemudian masuk ke Sumatera dan Jawa.

b. Jalur Timur

Berawal dari Yunan (Cina Selatan) berpindah melalui Formosa (Taiwan) kemudian masuk ke Filipina dan menyeberang ke Sulawesi dan Papua.

Kedatangan dari dua jalur inilah yang menyebabkan bangsa Proto Melayu bisa tersebar ke seluruh wilayah dan menetap di Indonesia.

Proto Melayu yang berpusat di Bacson-Hoabinh di Indocina, masuk ke Indonesia dengan membawa kebudayaan Neolitikum. Salah satu hasil kebudayaannya adalah kapak persegi, kapak lonjong, tembikar, dan beliung persegi.

Hal ini dibuktikan dengan penemuan hasil budaya Neolitikum dengan ciri khas peralatan menggunakan batu yang sudah dihaluskan. Selain itu, tempat tinggal mereka berbentuk gerabah yang serupa dengan gerabah dari Cina Kuno.

Bangsa Proto Melayu memiliki ciri-ciri fisik, yakni rambut lurus, kulit sawo matang, dan mata sipit. Bangsa Proto Melayu yang datang ke Indonesia kemudian melakukan perkawinan silang dengan orang pribumi. Hal ini menyebabkan rumpun Proto Melayu terus berkembang pesat.

Kehadiran bangsa Deutro Melayu membuat Proto Melayu mau tak mau harus tersingkir dan pergi ke berbagai pelosok negeri. Namun seiring perkembangannya, ras Proto Melayu dan Deutro Melayu mulai bercampur.

Beberapa keturunan Proto Melayu yang bisa ditemukan saat ini adalah suku Gayo dan Alas di Sumatera, suku Toraja di Sulawesi, dan suku Dayak di Kalimantan.

Demikian penjelasan mengenai jalur masuknya Proto Melayu ke Indonesia. (SP)