Memahami Ciri-ciri Keaslian Rupiah agar Tidak Tertipu Uang Palsu

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ciri-ciri keaslian rupiah perlu diketahui agar masyarakat tidak tertipu oleh uang palsu yang sering beredar di pasaran.
Keaslian uang Rupiah salah satunya bisa dikenali dengan mengoptimalkan teknik 3D, yakni dilihat, diraba, diterawang.
Untuk mengetahui ciri-ciri keaslian rupiah lainnya, mari simak pembahasannya di bawah ini.
Ciri-Ciri Keaslian Rupiah
Dikutip dari dari buku Sesarengan Ambangun Desa oleh Nadya, dkk, berikut adalah ciri-ciri keaslian rupiah agar tidak tertipu uang palsu.
1. Bahan Baku Uang Kertas Rupiah
Bahan baku utamanya berasal dari kertas khusus yang terbuat dari serat kapas.
Terdapat benang pengaman di semua uang kertas, yang masing-masing memiliki ciri tersendiri. Misal benang pengaman di mata uang Rp50.000 dan Rp100.000 bisa berubah warna.
Tanda air/watermark dimiliki oleh semua uang kertas dengan gambar pahlawan. Pada uang pecahan Rp10.000 ke atas juga memiliki electrotype berupa logo BI yang akan terlihat jika terkena cahaya.
2. Desain
Desain, ukuran, serta warna uang yang berbeda namun terang, jelas, dan spesifik sehingga mudah dikenali secara kasatmata.
3. Teknik Cetak
Teknik cetak uang kertas rupiah mudah dikenali dengan cara 3D yaitu dilihat, diraba, diterawang.
Beberapa teknik cetak yang diterapkan pada uang kertas, antara lain:
Tinta berubah warna yang digunakan untuk gambar perisai dengan logo BI. Mata uang tertentu juga menggunakan tinta berubah warna pada bagian tertentu. Misal pada uang pecahan Rp100.000 ada gambar tersembunyi berupa angka 100 dengan kombinasi warna merah, kuning, dan hijau.
Bagian depan terdapat gambar tersembunyi berupa tulisan BI di dalam bingkai di mata uang Rp10.000 ke atas dan tulisan BI dengan angka 5, 2, dan 1 pada pecahan bernominal ribuan serupa.
Bagian belakang terdapat gambar tersembunyi berupa angka puluhan sesuai dengan nominal uang mulai pecahan Rp10.000 ke atas.
4. Teknik Cetak Khusus
Gambar utama, lambang negara, angka nominal, huruf terbilang, dan kalimat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terasa kasar saat diraba.
Terdapat kode untuk tuna netra (blind code).
Terdapat pasangan garis di kanan dan kiri uang yang terasa kasar saat diraba.
Gambar rectoverso/saling mengisi.
Logo BI yang terlihat utuh saat diterawang.
Demikian pembahasan mengenai ciri-ciri keaslian rupiah yang pelru diketahui agar tidak tertipu uang palsu. (SP)
