Memahami Echo Chamber atau Ruang Gema dalam Media Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Echo chamber atau ruang gema adalah salah satu fenomena yang ada dalam kehidupan sosial. Fenomena tersebut dapat membuat seseorang, kelompok, dan masyarakat untuk memperkuat opini dalam media sosial.
Kondisi itu dapat terjadi karena adanya upaya dari seseorang, kelompok atau masyarakat untuk mencari informasi yang menegakkan pandangannya. Salah satu dampak dari fenomena itu adalah terjadinya peningkatan polarisasi dan ekstrimisme.
Echo Chamber atau Ruang Gema di Media Sosial
Mengutip dari buku Fenomena Komunikasi di Era Virtualitas karya Syahruddin, dkk. (2023: 59), menurut Nguyen, ruang gema adalah fenomena epistemik sosial yang menyebabkan segala suara lain yang bertentangan dengan suara utama dalam kelompok hilang.
Masih mengutip dari buku yang sama Syahruddin, dkk. (2023: 59), menurut Cinelli, dkk. (2021), ruang gema dapat menjadi mekanisme untuk memperkuat opini dalam kelompok sehingga menyebabkan pergerakan grup ke posisi yang semakin ekstrem.
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa echo chamber atau ruang gema adalah sebuah fenomena sosial yang memungkinkan seseorang atau sekelompok orang untuk memperkuat opininya.
Pemahaman itu tentu menimbulkan pertanyaan lanjutan tentang cara echo chamber dapat memperkuat opini serta menciptakan pergerakan grup ke posisi yang ekstrem.
Cara Echo Chamber Memperkuat Opini di Media Sosial
Mengutip dari buku Pengantar Sosiologi Masyarakat Digital karya Hidayat, (2022: 41), platform media sosial bekerja dengan struktur algoritma yang akan memprioritaskan informasi dari orang yang berada dalam lingkaran perteman penggunanya.
Algoritma seperti itu menimbulkan berbagai macam dampak. Dua contoh dampak algoritma media sosial, yaitu:
Pengguna cenderung mendapatkan informasi yang homogen, yakni sesuai dengan preferensi informasi yang seseorang suka dan teman-temannya suka.
Profil identitas pengguna media sosial relatif sama, baik itu usia, jenis kelamin, pendidikan, hobi, maupun preferensi lainnya.
Kondisi itulah yang kemudian memicu terjadinya efek echo chamber atau ruang gema. Layaknya makna kata “gema”, fenomena Rruang gema pun memberikan efek gema berupa munculnya informasi sejenis yang sesuai dengan preferensi pengguna media sosial.
Berdasarkan kondisi tersebut, memungkinkan pengguna media sosial untuk mencari serta mendapatkan berbagai macam informasi yang memperkuat opininya. Keberadaan informasi yang masif itu kemudian dapat menimbulkan pergerakan yang ekstrem.
Demikian dapat dipahami bahwa echo chamber atau ruang gema adalah salah satu fenomena sosial.(AA)
