Konten dari Pengguna

Memahami Kausalitas dalam Diakronik Lengkap dengan Contohnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kausalitas dalam diakronik, sumber foto: Emmanuel Codden by pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kausalitas dalam diakronik, sumber foto: Emmanuel Codden by pexels.com

Konsep berpikir kausalitas dalam diakronik mungkin masih terdengar asing di telinga kita. Namun, konsep berpikir ini memiliki peran yang sangat penting dalam sejarah.

Hal ini karena konsep berpikir kausalitas dapat menggali suatu peristiwa secara mendalam baik sebab maupun akibatnya. Sehingga konsep berpikir kausalitas dan diakronik adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam mempelajari sejarah.

Dikutip dari buku Siswa Sejarah Indonesia SMA/MA Kelas 10 karya Windriati, S.Pd, berikut ini penjelasan lengkap tentang kausalitas diakronik.

Kausalitas dalam Diakronik

Ilustrasi kausalitas dalam diakronik, sumber foto: RON ROV by pexels.com

Konsep kausalitas dalam diakronik juga sering disebut dengan berpikir secara kronologis. Kausalitas ini berkaitan dengan hubungan sebab akibat antara dua atau lebih peristiwa.

Secara umum, pengetahuan tentang hubungan sebab akibat berperan sangat penting dalam mempelajari sejarah. Terutama untuk menjawab pertanyaan mengapa suatu peristiwa dapat terjadi.

Teori kausalitas sendiri terdiri dari monokausalitas yang berhubungan dengan sebab akibat pertama kali muncul dalam ilmu sejarah. Dan multikausalitas yang mendefinisikan suatu peristiwa dengan memperhatikan berbagai penyebab.

Sedangkan diakronik dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang melalui, melintas, dan melampaui dalam batasan waktu. Diakronik adalah suatu perjalanan sejarah yang diurutkan atau diceritakan secara rinci dan dapat dijelaskan dari awal masalah hingga ujung masalah.

Hal ini juga yang membuat kausalitas dan diakronik memiliki hubungan yang sangat erat. Kausalitas dalam diakronis dapat membuat para pembaca lebih mudah mengikuti cerita atau dapat diartikan memanjang waktu tapi terbatas dalam ruang.

Contoh Kausalitas di dalam Diakronik

Contohnya dapat dilihat dari peristiwa pertempuran Ambarawa pada tanggal 20 Oktober-15 Desember 1945. Dimulai dari tentara sekutu yang diboncengi NICA mendarat di Semarang tanggal 20 Oktober 1945.

Kemudian pada tanggal 23 November 1946 saat matahari mulai terbit, mulai terjadi tembak menembak antara pejuang kemerdekaan dengan pasukan sekutu. Hal ini juga yang membuat kolonel Sudirman mengadakan rapat dengan para komandan Sektor TKR dan Laskar pada 11 Desember 1945.

Serangan mulai dilancarkan tanggal 12 Desember 1945 pukul 04.30 pagi. Pertempuran ini berakhir pada 15 Desember 1945 dan Indonesia berhasil merebut Ambarawa dan sekutu berhasil dibuat mundur ke Semarang.

Kesimpulannya, kausalitas dalam diakronik merupakan prinsip sebab-akibat yang ilmunya bisa diketahui secara otomatis. Dari contoh tersebut juga mendefinisikan bahwa diakronik dan kausalitas adalah dua hal yang penting dalam mempelajari sejarah Indonesia. (DSI)