Konten dari Pengguna

Memahami Pengertian Chauvinisme, Tanda-Tanda, dan Dampaknya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi chauvinisme. Sumber: Antonio Prado/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi chauvinisme. Sumber: Antonio Prado/pexels.com

Chauvinisme adalah suatu bentuk kesetiaan yang cukup ekstrem terhadap negara. Hal ini mungkin dianggap serupa dengan nasionalisme, tetapi keduanya berada dalam takaran yang berbeda.

Darmayati, Suntoro, dan Yanzi dalam Pengaruh Budaya dan Lingkungan Sekolah terhadap Sikap Nasionalisme Siswa menyebutkan bahwa chauvinisme adalah rasa cinta tanah air yang berlebihan.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar apa itu chauvinisme, baca artikel ini sampai tuntas.

Apa Itu Chauvinisme?

Ilustrasi chauvinisme. Sumber: Yogendra Singh/pexels.com

Cinta tanah air adalah suatu bentuk keharusan. Akan tetapi, rasa cinta tanah air yang berlebihan justru juga tidak baik. Istilah tersebut disebut dengan chauvinisme.

Jadi, chauvinisme adalah rasa cinta tanah air atau kesetiaan terhadap suatu negara yang ditunjukkan secara ekstrem dan berlebihan.

Apabila nasionalisme adalah sikap wajib yang perlu dimiliki oleh setiap warga negara untuk menghormati tanah airnya, maka chauvinisme adalah sikap yang justru bisa mengancam persatuan suatu bangsa.

Tanda-Tanda Chauvinisme

Untuk lebih paham seputar chauvinisme, berikut ini adalah beberapa tandanya.

1. Bersikap Seenaknya terhadap Negara Lain

Salah satu ciri-ciri chauvinisme adalah bersikap seenaknya terhadap negara lain atau kurang menghormati bangsa lain. Pasalnya, sikap chauvinisme membuat seorang individu menganggap jika suatu bangsa bisa berdiri sendiri.

2. Memandang Rendah Bangsa Lain

Tanda-tanda chauvinisme lainnya adalah memandang rendah bangsa lain dan menganggap jika bangsanya paling unggul. Hal ini membuat para penganut chauvinisme ingin memperoleh kekuasaan.

3. Fanatik

Ciri-ciri chauvinisme selanjutnya adalah bersikap fanatisme terhadap suatu bangsa, ras, maupun suku. Hal ini justru membuat penganutnya bisa menerima secara mentah-mentah segala kebijakan pemerintah tanpa adanya pertimbangan.

Bahkan, penganut chauvinisme akan menghukum dirinya apabila melanggar suatu perintah. Hukuman tersebut tentunya dianggap berat bagi mereka.

4. Kepemimpinan Diktator

Ciri-ciri chauvinisme yang terakhir adalah menerapkan kepemimpinan diktator, yaitu suatu pemimpin yang memusatkan kekuasaan negara di tangannya sendiri.

Sikap kepemimpinan diktator ini bisa membuat warga terpaksa untuk menjalani setiap perintah meskipun itu adalah hal negatif.

Dampak Chauvinisme

Sebagai suatu paham, chauvinisme memiliki dampak negatif maupun positif. Adapun dampak chauvinisme adalah.

1. Dampak Positif

  • Membangun daya juang yang tinggi.

  • Menciptakan persatuan warga agar tunduk terhadap pemimpinnya.

  • Memudahkan pemerintah dalam menjalankan pemerintahan saat harus menggerakkan masyarakat.

  • Membuat masyarakat memiliki kesatuan yang sama berdasarkan tujuan negara.

2. Dampak Negatif

  • Memicu peperangan dan kehancuran negara.

  • Mengacaukan perdamaian dunia akibat sikap tertutup terhadap negara lain.

  • Sulitnya menjalin kerja sama dengan negara lain.

  • Sulit bersosialisasi terhadap dunia luar sehingga kemajuan negara bisa terhambat.

Demikian sederet informasi mengenai pengertian chauvinisme, ciri-ciri, dan dampaknya. [ENF]