Memahami Pengertian Tindakan Tradisional beserta Contohnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tindakan tradisional adalah salah satu bentuk tindakan sosial yang dilakukan oleh suatu masyarakat secara turun-temurun. Pada umumnya, tindakan ini adalah suatu bentuk warisan yang perlu dilestarikan oleh masyarakat penganutnya.
Muhlis dan Norkholis menjelaskan dalam Jurnal Living Hadis bahwa tindakan tradisional biasanya berkaitan dengan adat istiadat suatu masyarakat sehingga lebih bersifat tradisi.
Untuk mengetahui penjelasan lengkap tentang tindakan tradisional dan contohnya, baca artikel berikut ini.
Pengertian Tindakan Tradisional
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tindakan tradisional adalah suatu perilaku sosial masyarakat yang terjadi karena adanya kebiasaan leluhur dan diturunkan kepada anak-cucunya.
Pada umumnya, penurunan tindakan tradisional dilakukan secara lisan sehingga tidak ada suatu refleksi kritis atas perilaku tersebut. Meskipun demikian, masyarakat adat biasanya akan melakukan tindakan tradisional sebagaimana generasi-generasi sebelumnya.
Waluya dalam bukunya bertajuk Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat juga mengungkapkan jika tindakan tradisional itu dilakukan bukan atas dasar rasionalisasi dan tanpa mengindahkan pencapaian tujuannya.
Contoh Tindakan Tradisional
Pada umumnya, tindakan tradisional adalah adat yang berlaku pada suatu masyarakat. Adapun beberapa bentuk tindakan tradisional di Indonesia adalah sebagai berikut.
1. Tradisi Padusan
Contoh tindakan tradisional yang pertama adalah tradisi Padusan. Tradisi ini terjadi untuk menyambut datangnya bulan Ramadan yang dilaksanakan oleh masyarakat Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Umumnya, tradisi ini dilakukan seminggu atau sehari sebelum datangnya bulan puasa. Tujuan pelaksanaan tradisi ini adalah untuk membersihkan diri dari berbagai dosa sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
2. Tradisi Julungan
Tradisi Julungan juga dilakukan oleh masyarakat Jawa Tengah, khususnya Karanganyar. Tradisi ini biasanya dilaksanakan pada Selasa Kliwon Wuku Julungwangi dan termasuk sebagai hajat tahunan desa.
Tujuan pelaksanaan tradisi Julungan adalah untuk tolak bala dan mewujudkan rasa syukur atas melimpahnya nikmat yang diberikan kepada masyarakat.
3. Tradisi Ruwahan
Contoh tindakan tradisional berikutnya adalah tradisi Ruwahan yang dilakukan menjelang bulan puasa oleh masyarakat Jawa. Tradisi ruwahan juga disebut dengan Nyadran, yaitu berupa acara kirim doa kepada leluhur dan sanak saudara yang telah meninggal.
4. Tradisi Sebaran Apem
Tradisi berikutnya adalah Sebaran Apem yang dilaksanakan di Juwiring, Klaten. Tradisi ini termasuk sebagai adat turun-temurun yang dilakukan oleh masyarakat setempat.
Acara ini dilakukan untuk menyambut tahun baru Jawa dan membuat masyarakat mampu memperbaiki diri pada tahun yang baru.
Itulah sederet informasi mengenai pengertian tindakan tradisional dan beberapa contohnya pada masyarakat Indonesia. [ENF]
