Konten dari Pengguna

Memahami Sejarah Berdirinya Sarekat Islam di Indonesia

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sejarah berdirinya sarekat islam. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sejarah berdirinya sarekat islam. Foto: Pixabay

Pada awal abad ke-20, Indonesia mengalami kebangkitan nasional yang dibersamai dengan kemunculan organisasi pergerakan nasional.

Salah satu organisasi yang teguh dalam memperjuangkan hak masyarakat pribumi adalah Sarekat Islam. Apa itu Sarekat Islam? Simak sejarah berdirinya Sarekat Islam di bawah ini

Sejarah Berdirinya Sarekat Islam

Ilustrasi sejarah berdirinya sarekat islam. Foto: Pixabay

Berdasarkan buku Sejarah Pergerakan Nasional milik Wahyu Irana, Sarekat Islam merupakan organisasi tertua di Indonesia yang didirikan pada tahun 1905.

Organisasi tersebut disahkan secara yuridis oleh Belanda tahun 1911 dengan ketuanya adalah Haji Samanhudi yang berprofesi sebagai saudagar batik di Kampung Lawean, Solo pada masa itu.

Organisasi ini bermula dari perkumpulan para pedagang muslim menengah. Awalnya, organisasi ini bernama Sarekat Dagang Islam (SDI).

Tujuan awal didirikannya SDI, yaitu demi menggalang kerja sama antara pedagang Islam untuk memajukan kesejahteraan pedagang Islam pribumi.

Selain itu, Samanhudi juga ingin menjatuhkan dominasi para pedagang etnis China yang menguasai sektor perekonomian Indonesia.

Pada tahun 1912, H. O. S Tjokroaminoto bergabung kedalam struktur organisasi tersebut lalu mengubah nama Sarekat Dagang Islam menjadi Sarekat Islam.

Perubahan nama tersebut bertujuan agar anggota organisasi tidak meliputi pedagang saja, melainkan terbuka secara bebas untuk umat Indonesia.

Pada masa kepemimpinannya, Tjokroaminoto menjadikan Surabaya sebagai pusat pergerakannya.

Dalam kurun waktu yang singkat, organisasi Sarekat Islam berkembang pesat dan memiliki banyak dukungan dari seluruh masyarakat Jawa.

Setelah melewati beberapa upaya, Tjokroaminoto berencana mengubah Sarekat Islam menjadi organisasi nasional dengan cara mengubah pergerakan jalur ekonomi menjadi jalur politik.

Tahun 1916, Sarekat Islam berhasil mengadakan Kongres di Bandung yang dihadiri oleh 800.000 anggota dari berbagai kota (Hindia-Belanda). Bahkan, organisasi Sarekat Islam mencapai 2,5 juta anggota pada tahun 1919.

Dalam masa perkembangannya, organisasi Sarekat Islam mengalami penurunan karena adanya konflik yang terjadi antara Tjokroaminoto, Abdul Muis, Abdul Salim dengan anggota Sarekat Islam cabang Semarang.

Hal ini terjadi karena dipengaruhi pikiran komunis yang dipimpin oleh Semaun, Darsono, Alimin. Hingga pada tahun 1921 organisasi Sarekat Islam terbagi menjadi 2, yaitu Sarekat Islam Merah dan Sarekat Islam Putih.

Demikian adalah penjelasan singkat mengenai sejarah berdirinya Sarekat Islam yang ada di Indonesia. (SP)