Konten dari Pengguna

Memahami Teori Interaksionisme Simbolik Menurut Para Ahli

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi teori interaksionisme simbolik, sumber foto: fauxels by pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi teori interaksionisme simbolik, sumber foto: fauxels by pexels.com

Teori interaksionisme simbolik merupakan sebuah asumsi bahwa manusia membentuk makna melalui proses komunikasi. Teori ini memiliki akar yang berkaitan dengan pemikiran Max Weber tentang tindakan individu dari hasil pemaknaan sosial terhadap lingkungan sosial.

Bukan hanya itu saja, interaksionisme simbolik juga sering digunakan dalam penelitian Sosiologi. Pada dasarnya teori ini fokus pada analisis perilaku individu dengan yang lain dalam kelompok kecil.

Dikutip dari www.studysmarter.co.uk, berikut ini terdapat pemaparan lengkap tentang teori simbolik interaksionisme.

Teori Interaksionisme Simbolik Menurut Para Ahli

Ilustrasi teori interaksionisme simbolik, sumber foto: Kindel Media by pexels.com

Menurut para ahli, teori interaksionisme simbolik merupakan teori dan perspektif Sosiologi yang berdasarkan pada pengamatan tingkat makro. Teori ini dikembangkan oleh George Herbert Mead dan Horton Cooley yang fokus pada interaksi dan hubungan antarindividu dalam kelompok masyarakat.

Interaksionisme simbolik ini muncul setelah fungsionalisme dan teori konflik yang berbeda. Teori ini dapat dipercaya bahwa orang berkomunikasi satu sama lain melalui bahasa dan simbol. Seseorang juga dapat memahami masyarakat melalui adanya interaksionisme simbolik ini.

Menurut Stryker dari Indiana School, simbolik interaksionisme menekankan bahwa makna yang dibentuk individu dari interaksinya dengan orang lain mengarah pada pola yang menciptakan dan menegakkan struktur sosial.

Teori ini sering membuat orang secara aktif membentuk masyarakat secara positif. Semua orang percaya tentang pentingnya interaksi sehari-hari dan objek yang bermakna dalam kehidupan manusia.

Chales Horton Cooley juga berpendapat bahwa, manusia dalam kehidupannya ditentukan oleh adanya pendidikan, bahasa, dan interaksionisme simbolik. Dirinya berpendapat bahwa setiap individu akan memantulkan sesuatu yang telah dirasakan sebagai wujud reaksi dari orang lain terhadapnya.

Contoh Simbol Interaksionisme Simbolik

Simbol memiliki peranan yang sangat penting dalam interaksionisme simbolik. Hal ini karena simbol dapat dipahami oleh semua anggota masyarakat dengan makna sosial bersama.

Dengan menggunakan simbol, antara individu satu dengan yang lain bisa membentuk nilai-nilai sosial, aturan dan norma dalam masyarakat. Selain itu, simbol juga berguna untuk mengkomunikasikan keyakinan tertentu yang spesifik pada suatu kelompok kepada masyarakat lainnya.

Contoh simbol yang banyak digunakan yaitu komunikasi nonverbal seperti salam. Salam melambangkan rasa hormat di banyak negara.

Tapi, ada beberapa masyarakat di dunia yang mungkin memahami isyarat dalam dengan makna yang berbeda.

Sebenarnya, teori interaksionisme simbolik adalah teori tentang asumsi bahwa manusia membentuk suatu makna melalui proses komunikasi. (DSI)