Konten dari Pengguna

Memahami Teori Super 5 Kaizen dan Fungsinya di Dunia Kerja

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi teori super 5 kaizen, sumber foto: fauxels by pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi teori super 5 kaizen, sumber foto: fauxels by pexels.com

Akhir-akhir ini teori super 5 Kaizen membuat banyak orang merasa penasaran karena sering diterapkan di berbagai perusahaan. Bahkan tanpa disadari teori ini sudah dijalankan di perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia.

Jika dilihat secara sekilas, istilah ini hampir sama dengan kata yang berasal dari Jepang. Hal ini memang sesuai dengan budaya Jepang yang terkenal dengan kerja keras dan disiplin.

Dikutip dari Medium.com, di bawah ini terdapat penjelasan tentang teori 5 super Kaizen yang masih banyak orang yang belum tahu.

Teori Super 5 Kaizen

Ilustrasi teori super 5 kaizen, sumber foto: Christina Morillo by pexels.com

Sebenarnya ada banyak kerangka kerja dan metodologi yang dapat digunakan dalam Kaizen. Namun, yang paling banyak digunakan adalah teori super 5 Kaizen yang menjadi bagian terpenting dari sistem Kaizen itu sendiri.

Karena teori ini dapat membantu menciptakan tempat kerja yang ideal. Selain itu, kerangka kerja 5S juga lebih terfokus pada penciptaan organisasi, kebersihan, dan ketertiban visual seperti penjelasan berikut.

1. Seiri

Pertama ada seiri yang berarti mengurutkan atau mengatur. Ini mirip dengan gagasan percikan kegembiraan KonMari yang menyatakan bahwa hanya boleh memiliki apa yang memiliki tujuan dan memicu kegembiraan.

Secara keseluruhan, seseorang hanya diperbolehkan memiliki apa yang diperlukan di tempat kerja dan membuang hal-hal yang tidak perlu.

2. Seiton

Selanjutnya ada Seiton yang berarti mengatur atau menciptakan keteraturan. Mulai atur segala sesuatu sedemikian rupa sehingga masuk akal dan membuat segala sesuatunya mudah diakses.

3. Seiso

Ada juga Seiso yang berarti bersinar atau kebersihan. Di mana seseorang harus menjaga ruang kerja tetap bersih, rapi, dan berkilau.

4. Seiketsu

Seiketsu merupakan pembersihan terstandar atau membakukan. Jadi seseorang harus membuat proses untuk mensistematisasikan praktik terbaik dalam pembersihan tempat kerja.

Dengan begitu, tempat kerja akan tetap terlihat bersih namun dengan cara pembersihan yang terstruktur dengan rapi.

5. Shitsuke

Terakhir ada Shitsuke yang berarti menopang atau disiplin. Hal ini pada dasarnya akan terus berjalan dan mengulangi proses yang sama serta melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

Teori Super 5 Kaizen memang sangat dibutuhkan di dunia kerja untuk menghasilkan tenaga kerja yang lebih baik. Bukan hanya tenaga kerjanya saja, namun pekerjaan juga dapat selesai tepat waktu dan terasa lebih menyenangkan. (DSI)