Konten dari Pengguna

Mempelajari Peristiwa Sejarah dengan Segala Aspek Waktu Secara Lebih Mendalam

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mempelajari Peristiwa Sejarah dengan Segala Aspek pada Masa atau Waktu Tertentu dengan Lebih Mendalam Disebut. Sumber: Unsplash.com/Murray Campbell
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mempelajari Peristiwa Sejarah dengan Segala Aspek pada Masa atau Waktu Tertentu dengan Lebih Mendalam Disebut. Sumber: Unsplash.com/Murray Campbell

Mempelajari peristiwa sejarah dengan segala aspek pada masa atau waktu tertentu dengan lebih mendalam disebut sinkronis. Sinkronis merupakan kata yang berasal dari bahasa Yunani, yakni syn dan chronos.

Syn memiliki arti 'dengan', sedangkan chronos memiliki arti 'waktu'. Sinkronis sebagai metode mempelajari sejarah dengan segala aspek waktu mempunyai banyak ciri, salah satunya bersifat horizontal.

Mempelajari Peristiwa Sejarah dengan Segala Aspek pada Masa atau Waktu Tertentu dengan Lebih Mendalam Disebut Sinkronis

Ilustrasi Mempelajari Peristiwa Sejarah dengan Segala Aspek pada Masa atau Waktu Tertentu dengan Lebih Mendalam Disebut. Sumber: Unsplash.com/AgĂȘ Barros

Sejarah merupakan salah satu jenis ilmu pengetahuan yang ada dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, sejarah mempunyai cara berpikir dalam mempelajarinya.

Contoh cara berpikir dalam mempelajari sejarah adalah memperhatikan aspek waktu tertentu. Mempelajari peristiwa sejarah dengan segala aspek pada masa atau waktu tertentu dengan lebih mendalam disebut sebagai sinkronis.

Mengutip dari buku E-modul Sejarah Indonesia Kelas X, Yulita (2019), sinkronis berasal dari bahasa Yunani, yaitu syn yang berarti dengan dan chronos yang berarti waktu. Sinkronis sebagai cara mempelajari sejarah mempunyai tujuh ciri khas.

Mengutip dari buku yang sama, Yulita (2019), ciri-ciri sinkronis yaitu:

  • Mengkaji peristiwa sejarah yang terjadi pada masa lampau.

  • Memiliki fokus kajian peristiwa pada pola-pola, gejala dan karakter.

  • Memiliki sifat horizontal.

  • Tidak ada konsep perbandingan.

  • Cakupan kajian lebih sempit.

  • Kajiannya sangat sistematis.

  • Sifat kajian lebih serius dan mendalam.

Ragam Cara Berpikir Sejarah yang Lainnya

Ilustrasi Mempelajari Peristiwa Sejarah dengan Segala Aspek pada Masa atau Waktu Tertentu dengan Lebih Mendalam Disebut. Sumber: Unsplash.com/noor Younis

Sinkronis merupakan salah satu cara berpikir sejarah. Pernyataan tersebut memiliki makna bahwa ada cara berpikir sejarah yang lain, yakni kronologis dan diakronis.

Mengutip dari buku Pasti Bisa Sejarah Indonesia untuk SMA/MA Kelas X, Tim Ganesha Operation (2017: 3), berikut adalah penjelasan mengenai kronologis dan diakronis:

1. Cara Berpikir Kronologis

Kronologis adalah upaya menyusun peristiwa sejarah secara teratur berdasarkan urutan waktunya. Kronologi memiliki manfaat, antara lain:

  • Menghindari terjadinya kerancuan dalam pembabakan waktu sejarah.

  • Merekonstruksi peristiwa sejarah pada masa lalu berdasarkan urutan waktu dengan tepat.

  • Menghubungkan serta membandingkan kejadian sejarah di tempat lain dalam waktu yang sama.

2. Cara Berpikir Diakronis

Sejarah melihat sesuatu dari rentang waktu sehingga sejarah bersifat diakronis. Diakronis artinya memanjang dalam waktu, tetapi terbatas dalam ruang.

Demikian jelas bahwa mempelajari peristiwa sejarah dengan segala aspek pada masa atau waktu tertentu dengan lebih mendalam disebut sinkronis. Salah satu ciri sinkronis yaitu bersifat horizontal. (AA)