Mempelajari Teori Motivasi Maslow yang Identik dengan Kebutuhan Manusia

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teori motivasi Maslow menjelaskan mengenai kebutuhan manusia yang tersusun dari hierarki.
Dikutip dari buku Pendidikan dalam Keperawatan, Maslow menyusun sebuah teori yang menjelaskan mengenai kebutuhan manusia secara hierarki yang terdiri dari kelompok defisiensi dan kelompok pengembangan.
Lantas, bagaimana penjelasan lengkap dari teori ini?
Mengenal Abraham Maslow
Sebelum mempelajari lebih lanjut mengenai teori motivasi Maslow, akan lebih baik jika mengenal sang pencetus terlebih dahulu, Abraham Maslow. Ia lahir di Kota New York pada 1 April 1908 dengan nama lengkap Abraham Harold Maslow.
Maslow dibesarkan di lingkungan Yahudi Rusia sehingga tidak pernah mendapat pendidikan sekolah. Ketika dewasa, Maslow memilih untuk mengambil pendidikan di Brooklyn College dan lulus menjadi psikolog. Ia juga menjadi profesor di berbagai universitas ternama.
Pengertian Teori Motivasi Maslow
Diperkenalkan pada tahun 1943, teori ini secara garis besar menjelaskan bahwa untuk memenuhi kebutuhan tingkat atas, setiap individu harus memenuhi kebutuhan tingkat bawah terlebih dahulu serta menjadikan keinginan itu sebagai motivasi.
Menurutnya, ada dua kelompok dalam kebutuhan manusia secara hierarki, yaitu:
Kelompok defisiensi: fisiologis, kasih sayang, penerimaan, rasa aman, kebutuhan harga diri.
Kelompok pengembangan: berkaitan dengan kebutuhan aktualisasi diri.
Penjabaran Hierarki pada Teori Motivasi Maslow
Abraham Maslow mengemukakan mengenai hierarki dalam teori motivasi kebutuhan Maslow, antara lain:
Kebutuhan fisiologis: kebutuhan untuk memenuhi unsur biologis, seperti makan, minum, bernapas, seksual, dan lainnya. Kebutuhan ini adalah kebutuhan paling dasar di setiap manusia.
Kebutuhan rasa aman: kebutuhan melindungi diri dari bahaya dan ancaman.
Kebutuhan cinta dan kasih sayang: kebutuhan diterima dalam kelompok, berinteraksi, dicintai, mencintai, dan berafiliasi.
Kebutuhan harga diri: kebutuhan untuk dihargai dan dihormati. Ada dua bentuk menghargai, yaitu menghargai diri sendiri dan penghargaan dari orang lain.
Kebutuhan aktualisasi diri: kebutuhan menggunakan kemampuan, potensi, dan mampu mengemukakan pendapat maupun kritik. Ada beberapa penjelasan mengenai kebutuhan ini, antara lain accpetance and realism, problem centering, spontaneity, autonomy and solitude, continued freshness of appreciation, dan peak experiences.
Nah, itu dia sekilas penjelasan mengenai teori motivasi Maslow.(LAU)
