Konten dari Pengguna

Menelisik Isi Perjanjian Roem Royen dan Dampaknya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi isi perjanjian roem royen. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi isi perjanjian roem royen. Foto: Pixabay

Perjanjian Roem-Royen merupakan salah satu bentuk upaya diplomasi Indonesia demi membebaskan diri dari Belanda di awal kemerdekaan.

Isi perjanjian Roem Royen sendiri berupa perundingan yang dibuat Indonesia dengan Belanda tanggal 7 Mei 1949 dengan tujuan untuk menyelesaikan konflik pada awal kemerdekaan.

Berikut akan dibahas lebih lanjut mengenai isi dan dampak perjanjian Roem Royen yang patut diketahui.

Isi Perjanjian Roem Royen

Ilustrasi isi perjanjian roem royen. Foto: Pixabay

Sebelum perjanjian Roem-Royen ditandatangani, sebenarnya sudah ada perjanjian Linggarjati dan Perjanjian Renville yang juga dilaksanakan.

Mengutip buku Buku Bimbel yang ditulis oleh Budi Lintang, isi perjanjian Roem-Royen, yaitu:

  1. Memerintahkan pengikut RI bersenjata untuk menghentikan perang gerilya.

  2. Indonesia dan Belanda bekerja sama dan mengembalikan perdamaian dan menjaga ketertiban serta keamanan.

  3. Turut serta dalam KMB (Konferensi Meja Bundar) di Den Haag untuk mempercepat penyerahan kedaulatan yang lengkap kepada Negara Indonesia Serikat tanpa syarat.

  4. Belanda menyetujui kembalinya pemerintah RI ke Yogyakarta.

  5. Belanda menjamin penghentian gerakan-gerakan militer serta membebaskan semua tahanan politik.

  6. Tidak akan mendirikan dan mengakui negara yang dikuasai oleh RI sebelum tanggal 19 Desember 1945 serta Belanda tidak akan meluaskan negara dengan merugikan RI.

  7. Menyetujui adanya RI sebagai bagian dari Negara Indonesia Serikat.

  8. Belanda berusaha dengan sungguh-sungguh agar KMB segera diadakan sesudah pemerintah RI kembali ke Yogyakarta.

Dampak Perjanjian Roem-Royen

Ilustrasi isi perjanjian roem royen. Foto: Pixabay

Untuk menindaklanjuti perjanjian Roem-Royen, diadakan perundingan formal antara Indonesia, Belanda, dan Majelis Permusyawaratan Federal atau Bijeenkomst voor Federaal Overleg (BFO) di bawah pengawasan Critchley (Australia) pada tanggal 22 Juni 1949.

Perundingan tersebut menghasilkan keputusan sebagai berikut.

  1. Pengembangan Pemerintah RI ke Yogyakarta pada tanggal 24 Juni 1949.

  2. Pasukan Belanda akan ditarik mundur dari Yogyakarta pada tanggal 1 Juli 1949.

  3. Pemerintah RI kembali ke Yogyakarta setelah TNI menguasai keadaan sepenuhnya di daerah tersebut.

  4. Penghentian permusuhan akan dibahas setelah pemerintah RI kembali ke Yogyakarta.

  5. Konferensi Meja Bundar akan diadakan di Den Haag, Belanda.

  6. Yogyakarta baru sepenuhnya ditinggalkan oleh tentara Belanda pada tanggal 29 Juni 1949.

Demikianlah informasi mengenai isi perjanjian Roem-Royen beserta dampaknya. (SP)