Konten dari Pengguna

Menelusuri Sejarah Istana Bogor beserta Koleksi di Dalamnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sejarah Istana Bogor. Sumber: cristiani/pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sejarah Istana Bogor. Sumber: cristiani/pixabay.com

Istana Bogor adalah salah satu bangunan kenegaraan yang menyimpan sejarah panjang. Maka dari itu, mengetahui sejarah Istana Bogor adalah hal penting untuk menambah pengetahuan.

Menurut Jatmiko dalam Sejarah Kota Bogor, pada zaman pemerintahan Belanda, Istana Bogor mempunyai nama Buitenzorg atau Sans Souci.

Untuk memahami lebih lanjut berkaitan dengan sejarah Istana Bogor, simak selengkapnya dalam artikel berikut ini.

Sejarah Istana Bogor

Ilustrasi sejarah Istana Bogor. Sumber: cristiani/pixabay.com

Istana Bogor adalah bangunan kenegaraan yang masih digunakan sampai saat ini dan ternyata telah dibangun sejak masa pemerintahan Belanda. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah sejarah Istana Bogor.

1. Masa Pembangunan

Pada 1744, seorang Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Gustaaf Willem Baron Van Imhoff merasa takjub akan kedamaian kampung kecil di wilayah Bogor, yakni bekas wilayah Kerajaan Padjajaran.

Semula, daerah itu rencananya hendak dibangun menjadi wilayah pertanian serta peristirahatan Gubernur Jenderal. Namun akhirnya, pada bulan Agustus 1744, wilayah tersebut dibangun sebagai rumah peristirahatan dengan tiga tingkat.

Seiring berjalannya waktu, bangunan awal tersebut mengalami berbagai perubahan di masa kepemimpinan Gubernur Jenderal Belanda ataupun Inggris. Hal itu pun juga menyebabkan perubahan fungsi, yang semula rumah peristirahatan menjadi istana paladian.

2. Pernah Terdampak Gempa Bumi

Pada 10 Oktober 1834, terjadi gempa bumi pasca meletusnya Gunung Salak. Hal itu membuat istana mengalami kerusakan parah. Akhirnya, pada 1850, Istana Bogor dibangun kembali dengan bentuk bangunan tidak bertingkat.

Berikutnya, pada 1851-1856, bangunan Istana Bogor dirobohkan dan dibangun kembali dengan gaya arsitektur Eropa abad ke-19. Pada 1870, istana tersebut pun menjadi kediaman resmi Gubernur Jenderal Hindia Belanda.

3. Pasca Kemerdekaan

Pada 1950, Istana Bogor mulai digunakan oleh pemerintah Indonesia sebagai Istana Presiden Indonesia. Berikutnya, pada 1968, Presiden Soeharto mengizinkan Istana Bogor untuk menjadi kunjungan masyarakat umum.

Pada 15 November 1994, Istana Bogor menjadi tempat pertemuan tahunan Menteri Ekonomi APEC dan di tempat itu pula lahir Deklarasi Bogor.

Koleksi Istana Bogor

Selain sebagai tempat pertemuan, Istana Bogor juga memiliki sejumlah koleksi berupa dekorasi maupun karya seni. Adapun beberapa koleksi Istana Bogor adalah:

  • 450 lukisan karya berbagai pelukis, seperti Basuki Abdullah (Indonesia), Makowski (Rusia), hingga Ernest Dezentje.

  • Susunan lantai keramik mewah.

  • 360 patung.

  • Karpet langka dari Persia Marmer asli Italia.

  • Hadiah kenegaraan, seperti tengkorak harimau berlapis emas, hingga hadiah Perdana Menteri Thailand.

  • Tempat penyangga lilin kristal dengan gaya Bohemian.

  • Perabotan kayu Jepara.

  • Lampu kristal dari Cekoslovakia.

Demikian beberapa informasi mengenai sejarah Istana Bogor dan koleksinya. [ENF]