Konten dari Pengguna

Mengapa Jepang Berhasil Menggagalkan Berbagai Upaya Perlawanan Terbuka?

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Mengapa Jepang Berhasil Menggagalkan Berbagai Upaya Perlawanan Terbuka?. Sumber: Pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Mengapa Jepang Berhasil Menggagalkan Berbagai Upaya Perlawanan Terbuka?. Sumber: Pixabay.com

Jepang yang semena-mena terhadap rakyat Indonesia memunculkan banyak perlawanan terbuka. Namun, banyak perlawanan terbuka yang mengalami kegagalan. Mengapa Jepang berhasil menggagalkan berbagai upaya perlawanan terbuka tersebut?

Agar tahu jawabannya dan apa saja perlawanan terbuka yang terjadi di Indonesia, simak di sini!

Perlawanan Terbuka Rakyat Indonesia terhadap Jepang

Ilustrasi: Mengapa Jepang Berhasil Menggagalkan Berbagai Upaya Perlawanan Terbuka?. Sumber: asim alnamat/Pexels.com

Inilah beberapa perlawanan terbuka yang dilakukan rakyat Indonesia terhadap Jepang yang rata-rata memperoleh kekalahan, yaitu:

1. Perlawanan Terbuka Rakyat Singaparna

Muh Khamdan dalam buku berjudul Politik Identitas dan Perebutan Hegemoni Kuasa: Kontestasi dalam Politik Elektoral di Indonesia menjelaskan bahwa perlawanan terbuka terhadap Jepang dilakukan oleh para santri-ulama dan kaum petani di kawasan Singaparna, Tasikmalaya.

Perlawanan terbuka bertujuan untuk membebaskan masyarakat dari penjajahan dan pemimpin perlawanan ini adalah KH. Zainal Mustafa.

Tasikmalaya dan kawasan Priangan adalah salah satu pusat produksi beras yang ada di Jawa Barat, sehingga Jepang mendirikan kantor urusan beras atau dalam bahasa Jepang adalah Beikoku Toosei Kai.

Kewajiban yang tetapkan Jepang kepada para petani adalah untuk menyerahkan hasil panen, tapi tidak dibarengi adanya kompensasi pembelian. Protes sosial para petani muslim tersebut dikoordinir oleh KH. Zaenal Mustofa pada 25 Februari 1944.

Sayangnya perlawanan yang dilakukan oleh sekitar 21 pesantren ini secara mudah bisa dilumpuhkan dan dikalahkan oleh Jepang.

2. Perlawanan Rakyat Cot Plieng

Perlawanan terbuka rakyat Cot Plieng Bayu, Aceh dipimpin oleh Tengku Abdul Djalill. Beliau tidak bersedia melakukan seikerei atau penghormatan terhadap kaisar Jepang dengan cara membungkukkan badan ke arah Tokyo sesuai perintah Jepang.

Pada 13 November 1942 pecahlah perang perlawanan rakyat Cot Plieng terhadap Jepang. Sayangnya, perlawanan ini menewaskan Tengku Abdul Djalil, meski muncul perlawanan yang lain namun tetap berakhir dengan kekalahan.

3. Perlawanan Rakyat Indramayu

Perlawanan terbuka di Indramayu terjadi akibat rakyat tidak terima dengan ketentuan Jepang yang memaksa rakyat menyerahkan sebagian hasil panen padi. Bukan hanya itu Jepang juga memaksa rakyat bekerja (romusha).

Perlawanan dipimpin Haji Madriyan dan berlokasi di Desa Kaplongan, Karangampel, Sindang, Indramayu. Perlawanan tersebut muncul pada tahun 1944. Namun, lagi-lagi perlawanan terbuka ini berhasil ditumpas oleh Jepang secara keji.

Dari berbagai perlawanan terbuka tersebut banyak yang mengalami kekalahan, alasan utamanya adalah karena Jepang unggul dari segi organisasi, strategi militer, dan persenjataan. Perlawanan terbuka ini pun mengakibatkan banyak pejuang pribumi gugur.

Demikianlah jawaban atas pertanyaan mengapa Jepang berhasil menggagalkan berbagai upaya perlawanan terbuka di Indonesia. Semoga membantu! (ek)