Konten dari Pengguna

Mengapa Jepang Menerapkan Sistem Tonarigumi? Ini Alasannya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mengapa jepang menerapkan sistem tonarigumi, sumber foto: Susanne Jutzeler, suju-foto by pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengapa jepang menerapkan sistem tonarigumi, sumber foto: Susanne Jutzeler, suju-foto by pexels.com

Jepang bukan hanya menjajah Indonesia untuk menguras sumber daya alamnya, tetapi juga menerapkan struktur Tonarigumi atau Rukun Tetangga. Mengapa Jepang menerapkan sistem Tonarigumi? Karena ingin memudahkan pengawasan.

Sistem Tonarigumi sendiri adalah rukun tetangga yang dibuat oleh tentara Jepang di Indonesia saat Perang Dunia II. Sayangnya sistem ini tidak bertahan lama karena dihapuskan secara resmi tahun 1947.

Dikutip dari buku Japanese Station karya Moh. Rido, Funy D. R. W. dan Tim Japanese Station, berikut ini alasan Jepang menerapkan sistem tonarigumi.

Mengapa Jepang Menerapkan Sistem Tonarigumi

Ilustrasi mengapa jepang menerapkan sistem tonarigumi, sumber foto: Pablo de Haro by pexels.com

Pada Januari 1944, Jepang menerapkan sistem Tonarigumi atau Rukun Tetangga di Indonesia. Mengapa Jepang menerapkan sistem Tonarigumi? Karena dapat mempermudah pengawasan terhadap masyarakat jajahan.

Bukan hanya mengontrol, tetapi pihak Jepang juga bisa menyampaikan secara langsung keinginannya kepada rakyat. Hal ini tentu saja sangat menguntungkan bagi Jepang, tetapi menyengsarakan masyarakat Indonesia.

Tonarigumi adalah kelompok-kelompok yang terdiri dari sepuluh hingga dua puluh rumah tangga. Sistem ini merupakan pengintesifan pemerintahan agar setiap aktivitas penduduk yang dicurigai dapat diawasi dengan baik.

Tonarigumi saat situasi perang digunakan untuk latihan pencegahan bahaya kebakaran, bahaya udara, memata-matai musuh, dan pemberantasan kabar bohong. Pemerintah Jepang membentuk sistem Tonarigumi di Perang Dunia II.

Selain itu, Tonarigumi juga mempermudah Jepang mengontrol warga dan memobilisasi sumber daya alam atau manusia. Hal ini hanya untuk kepentingan pemerintah Jepang, bahkan dapat memperkuat komunikasi dengan orang Jepang.

Saat Jepang yang mulai terdesak dalam Perang Dunia II, Tonarigumi justru digunakan sebagai basis pelatihan militer warga desa. Kemudian mereka yang sudah dilatih harus bergabung membela Jepang dalam melawan Blok Sekutu di Perang Dunia II.

Hanya dalam waktu dua tahun, sistem Tonarigumi yang dicetuskan Jepang ini berkembang cukup pesat. Hal ini dibuktikan dengan terbentuknya 500 ribu Tonarigumi atau Rukun Tetangga di Pulau Jawa.

Kegiatan penting dan rutin yang dilakukan dalam Tonarigumi yaitu pertemuan bulanan. Sayangnya meski mengalami perkembangan yang cukup pesat, sistem Tonarigumi tidak berjalan lama.

Setelah Indonesia merdeka, sistem ini masih dipertahankan tetapi dengan konsep yang berbeda. Tonarigumi kembali digunakan sesuai dengan suasana kemerdekaan yaitu dengan dibebani tugas pertahanan rakyat.

Mengapa Jepang menerapkan sistem Tonarigumi? Ada beberapa alasan yang bisa dipelajari dalam penjelasan tersebut. (DSI)