Konten dari Pengguna

Mengapa Para Ahli Banyak Melakukan Penelitian Manusia Purba di Bantaran Sungai?

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Mengapa Para Ahli banyak Melakukan Penelitian Manusia Purba di Bantaran Sungai? Sumber: Sindre Fs/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Mengapa Para Ahli banyak Melakukan Penelitian Manusia Purba di Bantaran Sungai? Sumber: Sindre Fs/Pexels.com

Penelitian keberadaan manusia purba di Indonesia mulai dilaksanakan pada abad ke-19. Kebanyakan penelitian dilakukan di bantaran sungai. Lantas, mengapa para ahli banyak melakukan penelitian manusia purba di bantaran sungai?

Simak penjelasannya di uraian berikut ini!

Penelitian Manusia Purba di Indonesia

Ilustrasi: Mengapa Para Ahli banyak Melakukan Penelitian Manusia Purba di Bantaran Sungai? Sumber: Ian Turnell/Pexels.com

Drs. Sardiman A.M, M.Pd. dalam buku berjudul Sejarah SMA Kelas X menjelaskan bahwa berdasarkan beberapa hasil penemuan, baik yang berupa fosil maupun artefak, diperkirakan manusia purba mula-mula hidup dengan berburu dan meramu (mengumpulkan makanan).

Mereka dengan segala keterbatasan akal pikiran masih tergantung kepada alam. Manusia purba hidupnya berpindah-pindah dari tempat satu ke lokasi yang lain di mana lokasi tersebut ada banyak menyediakan bahan makanan untuk manusia purba.

Binatang yang banyak dijadikan makanan manusia purba ini, seperti kera dan kerbau liar. Sementara, bahan makanan yang banyak dicari adalah buah-buahan, tumbuhan, dan ubi-ubian.

Manusia purba banyak mendatangi lingkungan yang berada di dekat sungai, danau, maupun sumber air lainnya. Lingkungan tersebut dijadikan sebagai lokasi tempat tinggal dari manusia purba.

Dengan demikian, para ahli banyak melakukan penelitian manusia purba di bantaran sungai karena manusia purba banyak yang mencari air dan makanan buruan di sungai.

Manusia Purba di Indonesia

Fatayat Ridlo Mintarsih dalam buku berjudul Sejarah Indonesia: untuk SMK Kelas X Semester Ganjil menjelaskan bahwa ahli purbakala menyatakan manusia purba di Indonesia banyak ditemukan di Pulau Jawa.

Manusia purba pada masa lampau tinggal di beberapa wilayah di Pulau Jawa, di antaranya di Lembah Bengawasn Solo (Jawa Tengah) dan di Lembah Sungai Brantas (Jawa Timur).

Pada lokasi tersebut, banyak ditemukan fosil manusia purba, seperti Meganthropus paleojavanicus, Pithecanthropus erectus, dan salah satunya Homo soloensis (manusia purba modern dari Solo). Berikut penjelasannya:

1. Meganthropus paleojavanicus

Meganthropus paleojavanicus adalah manusia purba dengan tubuh besar dan manusia purba paling tua di Jawa.

Fosilnya banyak ditemukan di Sangiran, lokasinya dekat lembah Sungai Bengawan Solo, dekat Surakarta oleh Dr. G.H.R. von Koenigswald tahun 1936 dan 1941.

2. Pithecanthropus erectus

Pithecanthropus erectus merupakan manusia kera yang bisa berjalan tegak. Manusia purba ini di Indonesia banyak ditemukan, diantaranya di Mojokerto, Kedungbrubus, Trinil, Sangiran, Sambungmacan, dan Ngandong.

Pertama kali ditemukan oleh Eugene Dubois di Trinil dekat Sungai Bengawan Solo, Surakarta tahun 1891.

3. Homo soloensis

Homo soloensis (manusia dari Solo) ditemukan di Ngandong, Lembah Sungai Bengawan Solo dengan tinggi badan mencapai 180 cm dan ditemukan oleh Ter Haar dan Ir. Oppenoorth.

Demikianlah penjelasan tentang alasan penelitian manusia purba di bantaran sungai. Semoga membantu! (eK)