Mengapa Sejarah Bisa Dikatakan Sebagai Ilmu? Cek di Sini

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah adalah suatu cabang dan disiplin ilmu pengetahuan berkaitan tentang masa lalu dan kemudian diwariskan turun-temurun kepada masyarakat sekarang. Lantas mengapa sejarah bisa dikatakan sebagai ilmu?
Sejarah sebagai ilmu merujuk pada suatu arti, yakni sejarah masuk dalam bidang ilmu yang menyelidiki dan meneliti secara sistematis perkembangan manusia di masa lampau. Untuk selengkapnya, simak di sini!
Syarat–Syarat Sejarah Sebagai Ilmu
Dr. Solihah Titin Sumanti, M.Ag. dalam buku berjudul Sejarah Peradaban Islam menjelaskan bahwa sejarah dikatakan sebagai ilmu apabila sejarah mempunyai syarat-syarat dari suatu ilmu. Adapun syarat-syarat ilmu adalah:
Ada masalah yang menjadi objek. Ada metode. Tersusun secara sistematis. Menggunakan pemikiran yang rasional. Kebenarannya bersifat objektif. Pada syarat-syarat tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:
Masalah yang menjadi objek kajian dalam sejarah adalah berbagai kejadian yang terjadi di masa lampau yang mengakibatkan perubahan dalam kehidupan manusia, berbagai kejadian tersebut adalah hubungan sebab akibat.
Metode sejarah merupakan cara menangani berbagai bukti sejarah dan menghubungkannya sekaligus memastikannya dengan bukti asal-usul. Kemudian menarik tafsiran dengan bukti peristiwa masa lampau sehingga terlihat probabilitasnya.
Kisah sejarah disusun secara sistematis, berdasarkan tahun kejadian dan peristiwa yang mengawalinya, dimulai dari judul, bab, subbab, sekaligus keterangan selanjutnya.
Kebenaran fakta sejarah diperoleh dari penelitian sumber sejarah yang dikumpulkan dengan memakai rasio. Misalnya, penelitian sumber sejarah seperti candi, fosil, serta peninggalan lain yang diteliti secara rasional.
Kebenaran fakta sejarah adalah objektif, sebab dalam menyusun kisah sejarah harus berdasarkan dengan fakta yang ada.
Dalam pengertian modern, sejarah sebagai ilmu tidak lepas dari latar belakang Eropa era modern. Di mana muncul pertentangan antara aliran filsafat hermeneutika dan filsafat positivisme.
Era modern yang muncul ditandai berkembangnya rasionalisme untuk mendorong tumbuhnya aliran filsafat Positivisme. Aliran ini berkaitan dengan suatu ilmu yang harus berdasarkan prosedur pokok sebagai berikut:
Observasi atau eksperimen.
Formulasi berbagai konsep.
Verifikasi.
Selanjutnya metode yang dikembangkan, yakni metode nomotetis, di mana metode ini bertujuan merumuskan berbagai hukum yang berlaku umum atau disebut generalisasi.
Generalisasi ini bertujuan menerangkan berbagai gejala yang diamati. Kemudian, di abad ke-19 di Eropa juga berkembang kelompok yang menolak metode kaum Positivis , yakni kaum hermeneutika.
Mereka lebih menekankan metode ideografis dalam aktivitas keilmuannya, yakni berusaha mencapai gambaran secara khusus, mulai gejala alam, terutama yang berkaitan dengan kehidupan manusia.
Demikianlah penjelasan tentang mengapa sejarah dikatakan sebagai ilmu yang menarik untuk diketahui. Semoga membantu. (eK)
