Mengapa Ternate dan Tidore Disebut sebagai Titik Nol Jalur Rempah?

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa Ternate dan Tidore disebut sebagai titik nol jalur rempah? Hal itu karena kedua wilayah ini termasuk sebagai penghasil rempah-rempah yang kaya. Kondisi tersebut mendorong bangsa-bangsa barat untuk mendarat di Ternate dan Tidore.
Jafar dalam Ternate-Tidore Titik Nol Jalur Rempah Dunia menyampaikan bahwa Ternate dan Tidore sebagai titik nol jalur rempah memiliki berbagai rempah-rempah yang kaya, salah satunya adalah cengkeh.
Untuk mengetahui jawaban dari mengapa Ternate dan Tidore disebut sebagai titik nol jalur rempah, cari tahu penjelasannya dalam bacaan berikut.
Alasan Ternate dan Tidore Disebut sebagai Titik Nol Jalur Rempah
Ternate dan Tidore adalah dua kawasan yang dianggap sebagai titik nol jalur rempah. Lantas, mengapa Ternate dan Tidore disebut sebagai titik nol jalur rempah?
Hal itu karena dua kawasan ini telah menjadi penghasil rempah-rempah jauh sebelum masa penjajahan di Indonesia. Bahkan, rempah-rempah asal Ternate dan Tidore juga banyak diperdagangkan ke negara-negara luas, seperti Eropa, Arab, hingga China.
Adapun beberapa jenis rempah yang terkenal di Ternate dan Tidore adalah cengkeh serta pala. Melalui jalur darat, cengkeh akan diangkut menuju China serta India, lalu diteruskan hingga tiba di Asia Tengah.
Keberadaan rempah-rempah di Ternate dan Tidore ini juga mendorong kedatangan bangsa Eropa, mulai dari Portugis, Spanyol, hingga Belanda. Bangsa-bangsa tersebut tiba di kawasan Maluku sekitar abad 16 hingga 17 Masehi. Sayangnya, kedatangan bangsa-bangsa tersebut justru bertujuan untuk mengambil rempah-rempah dengan semena-mena.
Jauh sebelum itu, bangsa India datang ke kawasan Ternate dan Tidore untuk melakukan perdagangan sekaligus menyebarkan agama Hindu dan Buddha. Bahkan, penyebaran agama Islam juga tidak terlepas dari aktivitas perdagangan di Ternate dan Maluku.
Rempah-Rempah yang Terkenal di Ternate dan Tidore
Ada dua jenis rempah-rempah yang terkenal di Ternate dan Tidore, antara lain:
Cengkeh. Rempah-rempah ini banyak diperdagangkan ke China, India, hingga Asia Tengah.
Pala, menjadi tanaman tropis terkenal di gugusan kepulauan Maluku, termasuk Ternate dan Tidore.
Demikian informasi mengenai mengapa Ternate dan Tidore disebut sebagai titik nol jalur rempah. [ENF]
