Mengenal 21 Suku-Suku di Pulau Bali dan Nusa Tenggara

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya akan suku bangsa, tak terkecuali di Pulau Bali dan Nusa Tenggara. Ada sejumlah Suku-suku di Pulau Bali dan Nusa Tenggara yang memiliki kekhasan identitasnya.
Masyarakat Bali dan Nusa Tenggara umumnya memiliki kesamaan adat istirahat, mengingat banyak masyarakat asli Bali yang menyebar hingga ke Nusa Tenggara.
Adapun suku-suku di Pulau Bali dan Nusa Tenggara adalah sebagai berikut.
Suku Bali
Suku Bali adalah sekelompok masyarakat asli Bali yang mewarisi kebudayaan nenek moyang dan masih bertahan hingga saat ini. Pulau Bali umumnya terdiri dari dua kelompok masyarakat, yaitu pendatang dan suku Bali.
Kamandoko melalui bukunya bertajuk Ensiklopedia Pelajar dan Umum menyebutkan bahwa masyarakat pendatang di Bali bukan hanya berasal dari Indonesia saja, tetapi juga warga asing.
Nah, suku Bali sendiri terdiri atas beberapa jenis, yaitu sebagai berikut.
1. Suku Bali Aga
Suku Bali Aga termasuk sebagai suku pertama yang muncul di Pulau Bali atau penduduk aslinya. Mayoritas dari Suku Bali Aga berdiam di wilayah Kintamani, Kabupaten Bangli, tepatnya di area pegunungan.
Suku Bali Aga termasuk masyarakat tradisional yang jauh dari peradaban modern. Mereka masih memegang teguh ajaran nenek moyang hingga kini.
2. Suku Nyama Selam
Suku Nyama Selam merupakan masyarakat Bali yang menganut agama Islam, tetapi masih tunduk pada adat-istirahat setempat.
Suku Nyama Selam hadir pertama kali di Desa Pegayaman sebagai desa di wilayah Bali yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam.
3. Suku Bali Majapahit
Sebagaimana namanya, Suku Bali Majapahit merupakan masyarakat keturunan Kerajaan Majapahit yang bermigrasi dari Pulau Jawa.
Para pendatang ini pindah ke Bali karena wilayah ini pernah menjadi kekuasaan Majapahit.
4. Suku Loloan
Suku Loloan adalah masyarakat Melayu yang telah tinggal di Bali sejak abad ke-17. Umumnya, masyarakat ini berkelompok di Kabupaten Jembrana.
Suku Loloan juga termasuk suku beragama Islam, karena kehadirannya yang mengikuti para ulama saat menyebarkan agama Islam.
Suku Nusa Tenggara
Suku-suku di Bali dan Nusa Tenggara ada banyak sekali, terutama yang tersebar di wilayah NTB dan NTT. Adapun pembagian suku di wilayah Nusa Tenggara adalah sebagai berikut.
1. Suku di Nusa Tenggara Barat
Penduduk asli Nusa Tenggara Barat adalah Suku Sasak, Sumbawa, dan Mbojo. Adapun keterangannya adalah sebagai berikut.
Suku Sasak adalah penduduk Bali yang tinggal di Nusa Tenggara Barat dan mayoritas menganut agama Islam sekaligus percaya pada ajaran leluhur.
Suku Sumbawa merupakan suku yang tinggal di Pulau Sumbawa dan mayoritas masyarakatnya juga menganut agama Islam.
Suku Mbojo adalah suku yang bertempat di wilayah Timur Pulau Sumbawa.
2. Suku di Nusa Tenggara Timur
Dibandingkan wilayah NTB, Nusa Tenggara Timur memiliki lebih banyak suku yang mendiaminya. Adapun suku-suku tersebut adalah sebagai berikut.
Suku Atoni merupakan suku yang mendiami wilayah perbukitan kering.
Suku Alor merupakan suku yang berasal dari Pulau Alor.
Suku Boti merupakan salah satu suku tertua di NTT yang cenderung tradisional dan jauh dari wilayah perkotaan.
Suku Bajawa merupakan masyarakat keturunan India Belakang yang pindah ke Pulau Jawa, lalu mulai bermigrasi ke Flores.
Suku Deing merupakan salah satu masyarakat yang tinggal di wilayah Alor dan memiliki kebudayaannya sendiri. Mereka memiliki bahasa percabangan Austronesia.
Suku Ende adalah suku mayoritas di Pulau Flores, tepatnya di Kabupaten Flores. Mereka biasa tinggal di wilayah pesisir.
Suku Flores adalah masyarakat campuran dari etnis Melanesia, Melayu, dan Portugis.
Suku Kedang adalah masyarakat yang hidup dengan hasil pertanian serta peternakannya.
Suku Kemang adalah salah satu suku minoritas di Kabupaten Alor.
Suku Lamaholot termasuk suku yang tinggal di wilayah Flores Timur. Mereka memiliki bahasa yang beraneka ragam untuk komunikasi sehari-hari.
Suku Manggarai adalah masyarakat yang tinggal di wilayah Manggarai.
Suku Ngada adalah suku yang tinggal di Kabupaten Ngada yang dikenal sebagai para peternak.
Suku Rote adalah masyarakat yang hidup di Pulau Roti dan termasuk di kawasan Kupang.
Suku Sika adalah sekelompok masyarakat yang memiliki bahasa sehari-hari menggunakan bahasa Timor-Ambon.
Nah, itulah suku-suku di Pulau Bali dan Nusa Tenggara yang tersebar di berbagai wilayah. Selain suku-suku di atas, sebenarnya masih terdapat banyak sekali suku minoritas yang unik dan memiliki identitasnya sendiri. [ENF]
