Konten dari Pengguna

Mengenal 3 Suku Nusa Tenggara Barat dan Fakta Menariknya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Nusa Tenggara Barat. Sumber: Allpino Tabuni/unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Nusa Tenggara Barat. Sumber: Allpino Tabuni/unsplash.com

Suku Nusa Tenggara Barat asli yang menjadi penduduk mayoritas adalah Suku Sasambo (Sasak, Sumbawa, dan Mbojo). Suku-suku tersebut tinggal di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

Ketiganya juga dikenal memiliki berbagai keragaman budaya yang menarik. Budaya daerah tersebut umumnya juga menjadi identitasnya yang membedakan suku tersebut dengan yang lain.

Untuk mengetahui penjelasan lengkap tentang ketiga suku Nusa Tenggara Barat, telusuri artikel ini sampai habis.

3 Suku Nusa Tenggara Barat

Ilustrasi Nusa Tenggara Barat. Sumber: Saepul Jr/unsplash.com

Terdapat 3 suku Nusa Tenggara Barat yang termasuk sebagai penduduk asli provinsi tersebut. Beberapa suku Nusa Tenggara Barat adalah sebagai berikut.

1. Suku Sasak

Suku Nusa Tenggara Barat yang pertama adalah Sasak. Suku Sasak adalah sekelompok masyarakat yang hidup di Pulau Lombok.

Masyarakat Suku Sasak dalam berkomunikasi sehari-hari menggunakan bahasa Sasak. Mayoritas masyarakat Sasak menganut agama Islam. Ada pula masyarakat yang menganut agama Sasak Boda dan Wetu Telu.

Selain agama, masyarakat Sasak juga memiliki agama sendiri. Salah satu tradisi Suku Sasak diungkapkan oleh Saladin dalam Tradisi Merari' Suku Sasak Di Lombok Dalam Perspektif Hukum Islam bahwa masyarakat setempat memiliki tradisi khusus untuk pernikahan, yaitu tradisi Merari' atau kawin lari.

Pada tradisi tersebut, pengantin laki-laki membawa kabur calon pengantin perempuan. Selain itu, ada juga tradisi Bau Nyale, yaitu suatu tradisi penangkapan cacing Nyale.

Tujuan dari tradisi tersebut adalah untuk memperoleh suatu kesejahteraan. Selain dua tradisi tersebut, masih banyak tradisi-tradisi lain yang dimiliki masyarakat Sasak.

2. Suku Sumbawa

Suku Sumbawa juga dikenal dengan Samawa. Masyarakat ini tinggal di Pulau Sumbawa yang terdiri dari Kabupaten Sumbawa serta Sumbawa Tengah.

Masyarakat Sumbawa sendiri memiliki sebutan khusus untuk dirinya, yaitu Tau Samawa atau diartikan sebagai orang Samawa.

Mayoritas masyarakat Sumbawa juga memeluk agama Islam. Mereka juga memiliki bahasa sendiri untuk berkomunikasi sehari-hari, yaitu bahasa Sumbawa.

Bahasa Sumbawa memiliki berbagai dialek yang bergantung pada setiap daerahnya, seperti dialek Taliwang, Batulante, Jeluar, Tanganam, Selesek, dan lain sebagainya.

3. Suku Mbojo

Suku Mbojo juga termasuk masyarakat asli Nusa Tenggara Barat yang hidup di Pulau Sumbawa, tepatnya di wilayah timur.

Lokasi suku Mbojo terpecah pada beberapa wilayah, seperti Kabupaten Bima, Kota Bima, serta Kabupaten Dompu.

Suku Mbojo juga terbagi menjadi dua golongan, yaitu Duo Dongo dan Duo Mbojo. Masyarakat Duo Dongo merupakan penduduk asli. Mereka hidup di wilayah pedalaman, seperti gunung serta lembah.

Masyarakat Duo Mbojo disebut juga dengan orang Bima. Mereka umumnya dapat ditemukan di sekitar pesisir pantai.

Selain itu, masyarakat Mbojo juga memiliki bahasa untuk berkomunikasi, yakni bahasa Dongo atau bahasa yang digunakan oleh masyarakat pegunungan.

Sementara untuk Suku Mbojo yang lain, mereka menggunakan bahasa Bima untuk berdialog dengan orang lain.

Untuk aksara bahasa Bima sendiri cenderung mirip dengan Makassar Kuno. Bahasa ini memiliki beberapa tingkatan, yaitu halus, bahasa sehari-hari, dan tingkat kasar. Demikian sejumlah informasi mengenai nama-nama suku Nusa Tenggara Barat dan beberapa fakta uniknya. (ENF)