Konten dari Pengguna

Mengenal Bentuk Adaptasi Berbagai Macam Bencana Alam

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bentuk adaptasi berbagai macam bencana alam. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bentuk adaptasi berbagai macam bencana alam. Foto: Pixabay

Bentuk adaptasi berbagai macam bencana alam berbeda-beda, bergantung pada lokasi dan jenis bencana alam yang terjadi. Dalam hal ini, adaptasi perlu dilakukan untuk meminimalisir jatuhnya korban juga kerugian.

Berdasarkan buku Pasti Bisa Geografi untuk SMA/MA yang disusun oleh Ganesha, adaptasi bencana adalah proses penyesuaian diri terhadap suatu bencana.

Berikut akan dijelaskan mengenai bentuk adaptasi berbagai macam bencana alam yang banyak dilakukan di Indonesia.

Bentuk Adaptasi Bencana Alam

Ilustrasi bentuk adaptasi berbagai macam bencana alam. Foto: Pixabay

Bencana alam merupakan rangkaian peristiwa yang disebabkan oleh faktor alam sehingga dapat mengancam kehidupan manusia.

Jenis bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, antara lain gempa bumi, gunung meletus, banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan.

Berikut ini adalah beberapa bentuk adaptasi berbagai macam bencana alam yang perlu diketahui.

1. Adaptasi bencana gempa bumi

Adaptasi gempa bumi menitikberatkan pada perubahan bentuk dan konstruksi bangunan area pemukiman masyarakat. Selain itu, perlu juga untuk memperbanyak aktivitas untuk tujuan ketahanan pangan.

2. Adaptasi bencana gunung meletus

Masyarakat yang berada di wilayah gunung berapi aktif bisa beradaptasi dengan membuat rumah kokoh dengan atap dan dinding tebal agar tahan hujan abu.

3. Adaptasi bencana banjir

Terdapat beberapa proses adaptasi yang perlu dilakukan ketika terjadi bencana banjir, meliputi adaptasi aktif, pasif, sosial, ekonomi, dan budaya.

Adaptasi aktif terdiri dari membangun rumah dua lantai, meninggikan pondasi rumah, dan lainnya. Sedangkan adaptasi pasif bisa dilakukan dengan menghitung prakiraan musim hujan yang berpotensi banjir. Adapun adaptasi sosial dapat dilakukan dengan gotong royong dan kerja sama.

4. Adaptasi bencana tanah longsor

Bencana tanah longsor memiliki beberapa proses adaptasi, terutama adalah pindah dari lingkungan rawan ke lingkungan yang lebih aman juga penanaman pohon.

5. Adaptasi bencana kebakaran hutan

Adaptasi kebakaran hutan bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti membuat kanal untuk menampung air, mengandalkan beberapa mata pencaharian, dan mengupayakan aktivitas ramah lingkungan.

6. Adaptasi bencana tsunami

Walaupun jarang terjadi, adaptasi untuk bencana tsunami dapat dengan berbagai cara, seperti membuat tembok pemecah gelombang, pembangunan tanggul laut, dan rambu evakuasi tsunami.

Demikian pembahasan mengenai bentuk adaptasi berbagai macam bencana alam yang banyak dilakukan di Indonesia. (SP)