Konten dari Pengguna

Mengenal Biografi Tokoh Organisasi Sekolah Keutamaan Istri

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Tokoh Organisasi Sekolah Keutamaan Istri. Sumber: Oleksandr P/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Tokoh Organisasi Sekolah Keutamaan Istri. Sumber: Oleksandr P/Pexels.com

Organisasi sekolah keutamaan istri mempunyai tujuan mengajarkan membaca, berhitung, menulis, serta berumah tangga untuk anak-anak gadis. Tokoh organisasi sekolah keutamaan istri adalah Raden Dewi Sartika.

Lantas seperti apa biografi dari tokoh pendiri organisasi keutamaan istri tersebut? Simak dalam pembahasan berikut!

Biografi Singkat Raden Dewi Sartika, Tokoh Organisasi Sekolah Keutamaan Istri

Ilustrasi: Tokoh Organisasi Sekolah Keutamaan Istri. Sumber: Ihsan Adityawarman/Pexels.com

Dr. Hadi Pajarianto, M.Pd.I. dkk dalam buku berjudul Ilmu Pendidikan di Era Disrupsi 4.0 menjelaskan bahwa Raden Dewi Sartika dalam sejarah tercatat sebagai salah satu pahlawan perintis pendidikan kaum wanita dan pejuang emansipasi wanita.

Raden Dewi Sartika lahir di Cicalengka, 4 Desember 1884. Dewi Sartika berasal dari keluarga priyayi Sunda, putri pertama dari pasangan R. Rangga Somanegara dan R.A. Rajapermas.

Dewi Sartika dibesarkan dalam rumah tangga yang bahagia dengan saudara-saudaranya. Kegiatan setiap harinya adalah berkegiatan dan bermain bersama keluarga dan orang tuanya yang menjabat posisi penting di pemerintahan Kabupaten Bandung.

Sedangkan pendidikan Dewi Sartika semasa kecil adalah di sekolah Belanda. Dewi Sartika pada tahun 1906 menikah dengan R.Kd. Agah Suriawinata.

Suaminya merupakan seorang guru dan menjadi Kepala Sekolah Kelas Satu, Karang Pamulang. Sekolah tersebut adalah sekolah pelatihan guru dengan visi misi dan cita-cita mulai dalam bidang pendidikan.

Dewi Sartika sejak kecil sudah menunjukkan ketertarikan pada dunia pendidikan, sehingga ketertarikan itu diwujudkan dengan mendirikan sekolah yang diberi nama Sekolah Isteri pada masa kolonial Belanda, 16 Januari 1904.

Sekolah ini fokus untuk membekali pengetahuan dasar bagi para perempuan, seperti menulis, membaca, menjahit, berhitung, belajar agama, hingga merenda.

Organisasi ini terus mengalami perkembangan dan selanjutnya berganti nama menjadi Sekolah Keutamaan Istri yang tetap fokus terhadap pendidikan perempuan supaya kelak perempuan dapat menjadi ibu rumah tangga yang terampil, baik, luwes, serta mandiri.

Perjuangan Dewi Sartika pada masanya sudah berhasil mendobrak pemikiran juga pembangun kesadaran perempuan untuk belajar, dan keluar dari berbagai belenggu patriarki.

Pemerintah Indonesia serta Belanda memberi apresiasi penghargaan terhadap Raden Dewi Sartika sebab beliau sudah berhasil mengelola juga membesarkan Sekolah Keutamaan Istri.

Raden Dewi Sartika wafat pada 11 September 1947, dua tahun setelah kemerdekaan Indonesia. Dewi Sartika mengalami jatuh sakit saat di kudus dan meninggal setelah mendapatkan perawatan di Cineam, Tasikmalaya.

Makam Dewi Sartika pertamanya di Desa Rahayu, tetapi tiga tahun kemudian makamnya dipindahkan ke Bandung di Komplek Pemakaman Bupati Bandung, Jalan Karang Anyar

Demikianlah penjelasan tentang biografi tokoh organisasi Sekolah Keutamaan Istri yang bisa diketahui. Semoga bermanfaat! (Ek)