Mengenal Dampak Pemberontakan PRRI dan Latar Belakangnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemberontakan PRRI adalah pemberontakan yang terjadi di Sumatera untuk menuntut pemerintah agar kembali pada sistem pemerintahan sebelumnya. Dampak Pemberontakan PRRI sendiri ada banyak, salah satunya adalah memakan korban jiwa hingga 22 ribu orang.
Noverina dalam Palang Merah Indonesia (PMI) pada Masa Pemberontakan PRRI di Nagari Situjuah Gadang Kabupaten 50 Kota Tahun 1958-1961 menjelaskan bahwa Pemberontakan PRRI berlangsung sejak tahun 1958 hingga 1961.
Jika ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai sejarah dan dampak Pemberontakan PRRI, simak lebih lanjut di artikel berikut ini.
Sejarah dan Latar Belakang Pemberontakan PRRI
Sebelum membahas seputar dampak Pemberontakan PRRI, mari ketahui dulu sejarahnya. Sejarah Pemberontakan PRRI bermula dari penerapan UUDS 1950-1959 yang membuat presiden menjabat sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan.
Bukan hanya itu, Pemberontakan PRRI juga terjadi karena rencana pembubaran brigade angkatan darat di wilayah Sumatera yang menimbulkan kekecewaan para tokoh militer.
Pemberontakan PRRI dipimpin oleh Kolonel Ahmad Husein dan dibantu oleh beberapa tokoh lainnya. Awal mula Pemberontakan PRRI adalah diskusi Ahmad Husein bersama tokoh lainnya di Sumatera Barat pada 9-13 Januari 1958.
Diskusi tersebut menghasilkan keputusan bahwa akan dibuat pemerintahan lawan apabila tuntutan dari PRRI tidak dipenuhi. Setelah itu, pihak PRRI memberikan ultimatum kepada Kabinet Djuanda serta Presiden Soekaro yang sayangnya ditolak dengan tegas.
Itulah sebabnya, akhirnya meletus Pemberontakan PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia) di Bukittinggi pada 15 Februari 1958. Pemberontakan PRRI ini dilakukan dengan pembentukan Kabinet PRRI dan memiliki Perdana Menteri, yaitu Sjarifuddin Prawiranegara.
Dampak Pemberontakan PRRI
Meletusnya Pemberontakan PRRI tentu memberikan dampak yang cukup signifikan bagi masyarakat Indonesia. Adapun beberapa dampak Pemberontakan PRRI adalah:
Munculnya korban jiwa, hingga 22.174 jiwa, 4.360 orang terluka, hingga 8.072 orang menjadi tawanan.
Perekonomian Indonesia menjadi tidak stabil.
Penurunan bahan makanan, sehingga banyak masyarakat yang kelaparan.
Terjadi perpecahan hubungan persaudaraan.
Muncul kesadaran bahwa NKRI adalah negara kepulauan dengan setiap wilayah yang memiliki masalah sendiri.
Demikian beberapa informasi berkaitan dengan sejarah dan dampak Pemberontakan PRRI. [ENF]
