Konten dari Pengguna

Mengenal Dimensi Fleksibilitas dalam Ideologi Pancasila

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi dimensi fleksibilitas, sumber foto: Athena by pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dimensi fleksibilitas, sumber foto: Athena by pexels.com

Dimensi fleksibilitas adalah serangkaian keyakinan yang merangsang pengembangan pemikiran baru yang relevan. Umumnya, dimensi fleksibilitas ini dimiliki oleh berbagai bentuk negara di dunia, khususnya Indonesia.

Dimensi fleksibilitas ini dapat mengembangkan pemikiran-pemikiran baru yang relevan tentang Indonesia, tanpa menghilangkan atau mengingkari hakitat dan jati diri yang terkandung dalam nilai-nilai dasar Pancasila.

Dikutip dari Buku Ajar: Kepemimpinan Strategis karya Dr. Ir. Djoko Soelistya, M.M, CPHCM, CHRMP, berikut ini penjelasan lengkap tentang dimensi fleksibilitas.

Mengenal Dimensi Fleksibilitas

Ilustrasi dimensi fleksibilitas, sumber foto: Anastasia Shuraeva by pexels.com

Dimensi fleksibilitas adalah kemampuan untuk melihat perubahan sebagai suatu kesempatan yang menggembirakan daripada sebagai ancaman. Sebenarnya, dimensi fleksibilitas juga dapat diartikan sebagai serangkaian keyakinan yang dimiliki oleh bentuk-bentuk negara di dunia.

Indonesia juga memiliki serangkaian keyakinan ini dengan sikap keluwesan yang memungkinkan pengembangan pemikiran-pemikiran baru.

Pemikiran-pemikiran tersebut terbilang sangat relevan, tanpa menghilangkan atau mengingkari jati diri dan hakikat yang terkandung dalam nilai-nilai dasar Pancasila.

Sejatinya, dimensi fleksibilitas dalam ideologi Pancasila dapat dilihat dalam penjabaran nilai-nilai Pancasila. Di mana nilai-nilai Pancasila tersebut selalu berkembang dan dapat dilakukan perubahan serta perbaikan sesuai dengan perkembangan zaman.

Selain sesuai perkembangan zaman, perubahan dan perbaikan ini juga harus sesuai dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta aspirasi masyarakat. Pernyataan tersebut sebagaimana yang ditulis oleh Dr. Alfian sebagai tokoh kewarganegaraan Nasional yang mencakup dalam sila-sila Pancasila.

Tindakan Dimensi Fleksibilitas Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Pengamalan dimensi fleksibilitas dalam kehidupan sehari-hari masyarakat dapat dijadikan sebagai sebuah bukti autentik.

Berikut ini tindakan-tindakan dimensi fleksibilitas berdasarkan ideologi Pancasila dalam keseharian masyarakat.

  1. Adanya aturan UU tentang IT yang memberikan batasan kepada masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan dalam berpendapat. Hal ini sesuai dengan pengamalan sila ketiga Pancasila.

  2. Pengakuan terhadap Agama Khong Hu Chu, terbukti bahwa Agama Khong Hu Chu menjadi agama keenam di Indonesia.

  3. Penerapan sistem pemerintahan presidensial yang berlaku di Indonesia. Hal ini terkhusus dalam pemilihan presiden yang dilakukan di Indonesia setelah reformasi.

Kesimpulannya, dimensi fleksibilitas adalah ideologi yang merangsang pengembangan pemikiran-pemikiran baru yang relevan. Bukti nyata diterapkannya dimensi fleksibilitas yang sesuai ideologi Pancasila di Indonesia dapat dilihat dalam penjelasan tersebut. (DSI)