Mengenal Filosofi Barongsai dan Sejarahnya yang Berasal dari Tiongkok

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Filosofi barongsai disebut-sebut berkaitan dengan keunggulan, kekuatan, serta kebijaksanaan. Barongsai adalah pertunjukan atau tarian yang identik dengan tahun baru Imlek. Salah satu pertunjukan asal Tiongkok ini dilakukan oleh orang yang memakai kostum atau sarung serupa singa.
Filosofi Barongsai, Sejarah, dan Penjelasan Singkatnya
Dilansir situs unika.ac.id, filosofi barongsai tak lepas dari sejarahnya. Cikal bakal tarian ini yaitu dari terlihatnya beberapa singa di Tiongkok kuno yang sekarang bernama Xinjiang sekitar tahun 202 SM–220 M. Gerakan hewan buas ini banyak ditiru masyarakat di masa itu.
Selanjutnya, tiruan gerakan singa tersebut mulai mengalami perkembangan dan berubah menjadi kesenian pada 220 M–280 M atau periode tiga kerajaan. Tarian ini makin terkenal di masa dinasti Selatan-Utara atau dikenal dengan Nan Bei pada 420-589 M.
Versi lain dari sejarah barongsai adalah kemunculan makhluk mengerikan bernama Nian ketika musim semi dan tahun baru Imlek yang terjadi pada zaman Tiongkok kuno. Supaya tak mengganggu manusia, Nian diusir dengan bermain kembang api, petasan, dan tarian singa atau barongsai.
Sementara itu filosofi barongsai antara lain sebagai berikut:
Kepala (singa): keunggulan, kebijaksanaan, kekuatan.
Tanduk (jambul burung): perlambang kehidupan dan unsur perempuan.
Punuk (kura-kura): umur panjang.
Telinga serta ekor (makhluk mistis): keberuntungan juga kebijaksanaan.
Tulang belakang (ular): pesona dan kekayaan.
Jenggot dan dagu (naga): kekuatan, kepemimpinan, unsur laki-laki.
Sementara itu warna dari barongsai juga mewakili berbagai elemen dalam kehidupan. Sebut saja warna merah perlambang api, kuning perlambang bumi, putih perlambang logam, hitam perlambang air, dan hijau perlambang kayu.
Filosofi barongsai secara umum adalah sebagai manusia kita harus menjadi sosok yang tangguh, kuat, bijaksana, dan berani melawan kejahatan. Barongsai biasa dimainkan dengan diiringi beragam alat musik seperti gong, gendang, hingga simbal. Kendati berasal dari Negeri Tirai Bambu, kesenian ini telah berkembang di Indonesia hingga kini. Perlu diketahui bahwa barongsai masuk ke Indonesia diperkirakan pada abad ke-17 saat terjadinya migrasi besar dari Tiongkok Selatan. (DN)
