Mengenal Jenis-Jenis Angin dalam Pelajaran Geografi

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
Konten dari Pengguna
15 September 2023 21:36 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi jenis-jenis angin. Sumber foto: pexels/Suparerg Suksai.
ADVERTISEMENT
Dalam pelajaran Geografi, terdapat jenis-jenis angin. Adapun untuk menentukan jenis angin sangat berkaitan dengan sifat angin itu sendiri.
ADVERTISEMENT
Apa saja jenis-jenis angin yang ada di dunia dan dijadikan pakem dalam pelajaran Geografi? untuk mengetahui jawabannya, simak ulasan secara lengkap di artikel berikut.

Jenis-Jenis Angin

Ilustrasi jenis-jenis angin. Sumber foto: pexels/Jess Loiterton.
Dikutip dalam buku Topan karya Iqbal Triadi Nugraha, angin memiliki banyak manfaat untuk kehidupan manusia. Beberapa manfaatnya antara lain, sebagai sumber tenaga listrik, melayarkan perahu, dan untuk kesejahteraan hidup manusia.
Lebih lanjut Iqbal Triadi Nugraha menjelaskan tentang jenis-jenis angin. Berikut di antaranya:

Angin Laut dan Angin Darat

Angin laut adalah angin yang bertiup dari arah laut ke darat. Angin laut umumnya terjadi ketika siang hari, yaitu mulai pukul 09.00 sampai 16.00. Sedangkan angin darat terjadi pada dini hari atau pertengahan malam.
Angin darat dan angin laut terjadi karena adanya berbedaan sifat antara daratan dan lautan, sekaligus terjadi gerakan konvekstif. Hal tersebut menyebabkan udara dingin dari daratan naik ke udara kemudian menuju laut.
ADVERTISEMENT

Angin Gunung dan Angin Lembah

Angin lembah akan terjadi ketika matahari terbit. Dalam proses ini, puncak gunung adalah daerah yang pertama kalinya mendapat panas. Sehingga pada waktu tersebut lereng pegunungan mendapat energi panas lebih banyak jika dibandingkan dengan lembah.
Sedangkan pada waktu sore hari akan terjadi perputaran yang sebaliknya. Lembah akan mulai melepas energi panasnya dan puncak gunung yang telah dingin akan mengalirkan energinya ke lembah. Proses seperti ini sering disebut pula sebagai angin gunung.

Angin Ribut atau Angin Puyuh

Angin ribut atau angin puyuh biasanya dikenal dengan angin puting beliung, yaitu angin dengan kekuatan sangat kencang yang datang tiba-tiba. Kekuatan kecepatan angin puyuh rata-rata 30-40 knots. Berdasarkan proses terjadinya, angin ini berasal dari gumpalan awan yang berwarna abu-abu gelap serta menjulang tinggi. Atau secara istilah disebut sebagai cb (Cumulonimbus).
ADVERTISEMENT

Angin Muson

Angin muson adalah angin yang datang secara periodik. Biasanya angin ini datang setiap tiga bulan sekali. Pada setiap periode atau masing-masing periode memiliki pola yang berlawanan. Di Indonesia, angin muson diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu angin muson Asia dan Australia.

Angin Topan

Angin topan adalah angin yang berputar-putar. Skala yang digunakan angin topan cukup lama, yaitu sekitar 3-7 hari. Angin topan selalu terjadi di wilayah laut. Dahsyatnya lagi, daya rusak yang ditimbulkan oleh angin topan mencapai ribuan kilometer.
Lima jenis angin yang dijelaskan di atas merupakan jenis-jenis angin yang ada di pelajaran Geografi. (DAI)