Konten dari Pengguna

Mengenal Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia. Sumber: Unsplash

Kerajaan Kutai merupakan kerajaan hindu tertua di Indonesia. Tentunya ada banyak sekali kisah dan peninggalan dari kerajaan satu ini.

Dikutip dari buku IPS Terpadu oleh Y. Sri Pujiastuti, dkk., Kerajaan Kutai sudah berdiri sejak tahun 400 sampai 500 Masehi dan terletak di pinggir Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.

Berdirinya Kerajaan Kutai

Ilustrasi Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia. Sumber: Unsplash

Nama kerajaan Kutai ditemukan oleh ahli mitologi dari sebuah prasasti bernama Yupa. Prasasti tersebut juga dipercaya sebagai peninggalan asli pengaruh agama hindu budha dan ditulis dalam bahasa sansekerta.

Prasasti Yupa juga menjelaskan bahwa pendiri Kerajaan Kutai adalah Raja Kudungga yang menurut ahli sejarah merupakan nama asli Indonesia yang tidak terpengaruh bahasa India.

Dalam Prasasti Yupa juga ditemukan nama-nama raja yang menaiki tahta Kerajaan Kutai setelah meninggalnya sang pendiri sebanyak 20 generasi, yaitu:

  1. Maharaja Kudungga

  2. Maharaja Aswawarman

  3. Maharaja Mulawarman

  4. Maharaja Marawijaya Warman

  5. Maharaja Gajayana Warman

  6. Maharaja Tungga Warman

  7. Maharaja Jayanaga Warman

  8. Maharaja Nalasinga Warman

  9. Maharaja Gadingga Warman Dewa

  10. Maharaja Indra Warman Dewa

  11. Maharaja Sangga Warman Dewa

  12. Maharaja Candrawarman

  13. Maharaja Sri Langka Dewa

  14. Maharaja Guna Parana Dewa

  15. Maharaja Wijaya Warman

  16. Maharaja Sri Aji Dewa

  17. Maharaja Mulia Putera

  18. Maharaja Nala Pandita

  19. Maharaja Indra Paruta Dewa

  20. Maharaja Dharma Setia

Masa Kejayaan Kerajaan Kutai

Masa Kejayaan Kerajaan Kutai juga diceritakan dalam Prasasti Yupa. Selain itu, juga dapat dilihat dari berbagai aspek sebagai berikut.

1. Aspek Sosial

Kehidupan sosial Kerajaan Kutai ditandai dengan banyaknya golongan terdidik yang menguasai bahasa sansekerta dan huruf pallawa. Golongan tersebut terdiri dari golongan ksatria dan brahmana.

Bukti dari adanya hal tersebut adalah terdapat upacara pemberkatan pada seseorang yang memeluk hindu. Para brahmana akan menggunakan bahasa sansekerta pada prosesi tertentu tapi sulit dipelajari.

Maka dari itu terlihat bahwa brahmana merupakan orang dengan tingkat intelektual tinggi.

2. Aspek Politik

Stabilitas politik di bawah pemerintahan Raja Mulawarman sangat terjaga. Hal tersebut turut dikisahkan dalam Prasasti Yupa yang mengatakan bahwa Raja Mulawarman adalah sosok yang kuat, bijaksana, dan berkuasa.

Adapun isi dari Prasasti Yupa yaitu, “Sang Maharaja Kudungga yang amat mulia mempunyai putra yang manshur, bernama Sang Aswawarman, ia seperti Sang Ansuman (Dewa Matahari) dengan menumbuhkan keluarga yang sangat mulia. Sang Aswawarman memiliki putra tiga, seperti api yang suci berjumlah tiga. Yang terkemuka dari ketiga putra itu ialah Sang Mulawarman, raja yang baik, kuat, dan bijaksana. Sang Mulawarman telah melakukan kenduri dengan emas yang amat banyak. Karena kenduri itulah tugu batu ini didirikan oleh para Brahmana.”

3. Aspek Ekonomi

Kerajaan Kutai berada di dekat Sungai Mahakam sehingga rakyatnya dapat dengan mudah bercocok tanam. Maka tak heran jika bertani menjadi mata pencaharian terbanyak yang diikuti dengan beternak sapi serta berdagang.

Hal tersebut dibuktikan dengan sebuah peninggalan tertulis yang mengisahkan bahwa Raja Mulawarman suatu waktu pernah memberikan sebanyak 20.000 ekor sapi untuk para brahmana.

Itulah sekilas pembahasan mengenai kerajaan Hindu tertua di Indonesia, yaitu Kerajaan Kutai.(LAU)