Konten dari Pengguna

Mengenal Legenda dan Sejarah Danau Kelimutu yang Menyimpan Banyak Kisah

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sejarah Danau Kelimutu. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sejarah Danau Kelimutu. Sumber: Unsplash

Sejarah Danau Kelimutu mulai dikisahkan ketika danau ini ditemukan oleh Van Such Telen pada tahun 1915.

Dikutip dari buku Kompeten Berbahasa Indonesia, Danau Kelimutu berada di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur dan terletak 66 km dari Kabupaten Ende. Danau ini sebenarnya adalah kawah Gunung Berapi Kelimutu.

Danau Kelimutu dipercaya oleh penduduk setempat sebagai gunung keramat dari Tuhan. Lantas, bagaimana sejarahnya?

Sejarah Danau Kelimutu

Ilustrasi Sejarah Danau Kelimutu. Sumber: Unsplash

Danau Kelimutu pertama kali ditemukan oleh Van Such Telen yag merupakan warga Belanda keturunan Lio pada tahun 1915. Danau ini semakin terkenal setelah dilukiskan oleh Y. Bouman pada tahun 1929.

Sejak lukisan itu terkenal, bukan hanya wisatawan yang berbondong-bondong mendatangi Danau Kelimutu, melainkan ilmuwan turut ingin datang untuk meneliti danau.

Hingga pada 26 Februari 1992, Danau Kelimutu disahkan menjadi Kawasan Konservasi Alam Nasional.

Arti Nama Danau Kelimutu

Ilustrasi Sejarah Danau Kelimutu. Sumber: Pixabay

Masyarakat percaya nama Kelimutu berasal dari gabungan kata 'keli' yang mempunyai arti gunung dan 'mutu' dengan arti mendidih. Jadi, dapat diartikan bahwa Kelimutu adalah gunung mendidih dengan perbedaan warna air.

Danau Kelimutu juga memiliki tiga danau kawah yang mempunyai nama berbeda, antara lain:

  • Tiwu Nuwa Muri Koo Fai: tempat berkumpul jiwa muda yang sudah meninggal.

  • Tiwu Ata Polo: Tempat berkumpul jiwa orang meninggal yang selama hidup melakukan kejahatan.

  • Tiwu Ata Mbupu: Tempat berkumpul jiwa orang tua yang sudah meninggal.

Legenda Danau Kelimutu

Ilustrasi Sejarah Danau Kelimutu. Sumber: Unsplash

Menurut legenda, di puncak Gunung Kelimutu yang mempunyai nama Bhua Ria merupakan tempat tinggal Konde Ratu dan rakyatnya. Dari banyaknya rakyat tersebut, terdapat dua orang yang menonjol. yaitu Ata Bupu dan Ata Polo.

Ata Polo adalah penyihir yang kejam dan suka memangsa manusia. Sedangkan, Ata Bupu merupakan seseorang yang suka berbelas kasih serta mampu menangkal sihir Ata Polo.

Awalnya, Bhua Ria memiliki kehidupan yang damai dan tenang. Hingga sepasang Ana Kalo (yatim piatu) mendatangi Ata Bupu untuk meminta perlindungan karena orang tuanya sudah tiada.

Ata Bupu setuju dan memberi syarat bahwa mereka tidak boleh pergi dari ladang Ata Bupu agar tidak dimangsa Ata Polo. Rasa cemas Ata Bupu terbukti saat Ata Polo mencium bau mangsa dari Ana Kalo.

Ata Bupu pun memohon kepada Ata Polo untuk menunggu mereka dewasa untuk memangsanya. Namun, ketika dewasa, Ata Bupu berusaha sekuat tenaga agar Ata Polo tidak memangsa Ana Kalo.

Ata Bupu sadar ia tidak mampu mengalahkan Ata Polo. Maka, ia kabur ke arah perut bumi.

Di satu sisi, Ata Polo sangat menggila dan saat mengejar Ana Kalo, ia ditelan bumi. Sementara, para remaja tewas akibat gempa dan terkubur hidup-hidup.

Tempat Ata Bupu kabur ke arah perut bumi mengeluarkan air biru dan diberi nama Tiwu Ata Bupu. Tak hanya itu, tempat tewas Ata Polo turut mengeluarkan air yang berwarna merah darah serta diberi nama Tiwu Ata Polo.

Sedangkan, gua persembunyian Ana Kalo mengeluarkan air hijau tenang dan diberi nama Tiwu Nuwa Muri Koo Fai.

Itu dia sekilas pembahasan mengenai legenda dan sejarah danau Kelimutu.(LAU)