Konten dari Pengguna

Mengenal Partai Pendukung Kabinet Djuanda dan Sejarahnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi partai pendukung kabinet djuanda. Sumber: Lintang Tanto/unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi partai pendukung kabinet djuanda. Sumber: Lintang Tanto/unsplash.com

Kabinet Djuanda adalah kabinet ketujuh yang berkuasa di Indonesia pada masa demokrasi liberal. Partai pendukung Kabinet Djuanda sendiri terdiri dari sekitar 7 partai dan sekelompok independen.

Aman dalam Kebijakan Politik Luar Negeri Indonesia Masa Kabinet Djuanda 1957-1959 menyinggung bahwa Kabinet Djuanda berkuasa sejak tahun 1957 sampai 1959.

Lantas, siapa saja partai pendukung Kabinet Djuanda? Untuk mengetahui jawabannya, simak artikel berikut ini.

Partai Pendukung Kabinet Djuanda

Ilustrasi partai pendukung kabinet djuanda. Sumber: Mufid Majnun/unsplash.com

Kabinet Djuanda atau Kabinet Karya adalah salah satu kabinet yang berkuasa di masa kepemimpinan Presiden Soekarno, tepatnya pada masa demokrasi liberal.

Dalam menjalankan tugasnya, Kabinet Djuanda tidak terlepas dari dukungan partai anggota. Adapun partai pendukung Kabinet Djuanda antara lain:

  1. Partai Nasional Indonesia (PNI)

  2. Nahdlatul Ulama (NU)

  3. Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi)

  4. Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII)

  5. Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IKPI)

  6. Partai Kristen Indonesia (PKI)

  7. Barisan Tani Indonesia (BTI)

Selain ketujuh partai tersebut, Kabinet Djuanda juga didukung oleh sekelompok orang yang tidak dinaungi partai atau disebut juga dengan independen.

Sejarah Kabinet Djuanda

Kabinet Djuanda adalah kabinet yang bertahan paling lama di antara kabinet pada masa demokrasi liberal. Adapun masa jabatan Kabinet Djuanda adalah sekitar 14 bulan, terhitung dari September 1957 sampai Juli 1959.

Pemimpin dari Kabinet Djuanda adalah Perdana Menteri Djuanda Kartawidjaja. Setelah masa jabatan Kabinet Djuanda berakhir, sistem pemerintahan Indonesia berubah menjadi demokrasi terpimpin pada 1959.

Selain Kabinet Djuanda, kabinet ini juga disebut dengan Kabinet Zaken. Hal ini karena Kabinet Djuanda diisi oleh ahli-ahli dari kalangan non-partai.

Penyebutan Kabinet Zaken juga terjadi pada masa Kabinet Natsir dan Kabinet Wilopo.

Program Kerja Kabinet Djuanda

Selama memimpin di Indonesia, Kabinet Djuanda memiliki beberapa program kerja. Berbagai program kerja Kabinet Djuanda, yakni:

  1. Pembentukan dewan nasional.

  2. Menormalkan kondisi Republik Indonesia. Hal ini terjadi karena adanya pergolakan daerah, seperti masalah Irian Barat, hingga memburuknya kondisi perekonomian.

  3. Melancarkan pelaksanaan pembatalan KMB atau Konferensi Meja Bundar.

  4. Mempercepat proses pembangunan.

  5. Memperjuangkan kembalinya Irian Jaya.

Demikian informasi seputar partai pendukung Kabinet Djuanda dan sejarahnya. [ENF]