Konten dari Pengguna

Mengenal Pedang Sultan Kutai, Peninggalan Kerajaan Kutai

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pedang Sultan Kutai. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pedang Sultan Kutai. Sumber: Unsplash

Pedang Sultan Kutai adalah salah satu peninggalan Kerajaan Kutai.

Dikutip dari buku IPS oleh Mamat Ruhimat, dkk., Kerajaan Kutai terletak di Kutai, Kalimantan Timur. Kerajaan ini adalah cikal bakal Kudungga yang diteruskan oleh Aswawarman. Kejayaan Kerajaan Kutai terlihat dalam kegiatan ekonomi.

Seperti kerajaan lainnya, Kerajaan Kutai juga mempunyai berbagai peninggalan, salah satunya Pedang Sultan Kutai.

Mengenal Pedang Sultan Kutai

Ilustrasi Pedang Sultan Kutai. Sumber: Unsplash

Pedang Sultan Kutai atau Pedang Kalimantan adalah salah satu peninggalan dari Kerajaan Kutai dari abad ke-13. Peninggalan ini terbuat dari batu mulia dan emas.

Pada bagian gagangnya, terdapat ukiran harimau dan hiasan berbagai batu mulia khas Kalimantan. Tak hanya itu, pada ujung pedang, terdapat hiasan berupa seekor buaya.

Untuk dapat melihat secara langsung Pedang Sultan Kutai, dapat ditemui di Museum Nasional.

Peninggalan Kerajaan Kutai Lainnya

Selain Pedang Sultan Kutai, terdapat berbagai peninggalan lainnya dari Kerajaan Kutai, yaitu:

1. Kura-Kura Emas

Kura-Kura Emas adalah peninggalan dari Kerajaan Kutai yang unik dan dapat dilihat langsung di dalam Museum Mulawarman. Peninggalan ini ditemukan di area Long Lalang, hulu Sungai Mahakam, dengan besar sebelah kepalan tangan.

Menurut sejarah, Kura-Kura Emas menjadi salah satu persembahan dari Kerajaan Cina untuk Aji Bidara Putih, seorang putri dari Kerajaan Kutai. Kura-Kura Emas menjadi bukti adanya pangeran yang ingin mempersunting putri kerajaan.

2. Prasasti Yupa

Yupa merupakan sejenis tiang batu dengan tulisan tentang sejarah Kerajaan Kutai menggunakan bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa. Isi dari Prasasti Yupa menceritakan tentang kerajaan Hindu yang ada di wilayah Muara Kaman, hulu Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.

Secara umum, Prasasti Yupa menceritakan tentang latar belakang Kerajaan Kutai yang berdasarkan kehidupan politik, sosial, serta budaya pemimpinnya.

Salah satu Prasasti Yupa yang disimpan Museum Nasional adalah Prasasti Muarakaman III.

3. Kalung Ciwa

Peninggalan Kerajaan Kutai berikutnya adalah kalung Ciwa. Kalung Ciwa ditemukan pertama kali di sekitar Danau Lipan, Muara Kaman pada 1890 ketika kepemimpinan Sultan Aji Muhammad Sulaiman.

Hingga kini, Kalung Ciwa terus digunakan sebagai salah satu perhiasan kerajaan. Selain itu, Kalung Ciwa juga dipakai pada acara penobatan sultan baru.

Itu dia sekilas pembahasan mengenai Pedang Sultan Kutai dan berbagai peninggalan Kerajaan Kutai lainnya.(LAU)