Mengenal Pengertian, Ciri-ciri, dan Contoh Historiografi Tradisional

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Historiografi tradisional adalah penulisan sejarah sejak zaman kerajaan Hindu Budha sampai kerajaan Islam di tanah air.
Dikutip dari buku Historiografi Islam oleh Fajriudin, historiografi tradisional mempunyai isi yang sangat subjektif dengan penulisan dicampur mitos, legenda, maupun kekuatan magis.
Ada berbagai hal yang dapat dibahas mengenai historiografi tradisional, mulai dari pengertian, ciri-ciri, kelebihan, kekurangan, hingga contohnya. Bagaimana penjelasannya?
Pengertian Historiografi Tradisional
Buku-buku sejarah yang menjelaskan mengenai kerajaan disusun oleh sejarawan dari historiografi tradisional. Historiografi tradisional sendiri merupakan penulisan atau karya tulis sejarah tradisional sejak masa kerajaan Hindu Budha hingga masa Islam di Nusantara.
Media dalam penulisan historiografi tradisional, antara lain lontar, batu prasasti, kertas, kulit binatang, dan sebagainya.
Ciri-ciri Historiografi Tradisional
Historiografi tradisional mempunyai berbagai ciri. Beberapa di antaranya, yaitu:
Bersifat istana atau keraton sentris, yaitu membahas mengenai kehidupan keraton.
Bersifat religio magis, yaitu raja merupakan seseorang dengan kelebihan batiniah dan memiliki kekuatan gaib.
Bersifat regio sentrisme, yaitu menonjolkan kekuasaan kerajaan.
Bersifat etnosentrisme, yaitu ditulis dengan penekanan pada budaya atau suku bangsa.
Bersifat psikopolitis, yaitu ditulis oleh pujangga dengan isi bermuatan psikologis raja.
Kelebihan dan Kelemahan Historiografi Tradisional
Historiografi tradisional mempunyai kelebihan, antara lain:
Mampu menggambarkan keadaan politik kerajaan dan legitimasi raja.
Memakai penulisan romantisme klasik sehingga menarik pembaca.
Memakai konsep genealogi atau silsilah secara kronologis dan runtut.
Selain mempunyai kelebihan, historiografi tradisional juga memiliki kekurangan. Beberapa kekurangan tersebut, antara lain:
Tidak memakai metodologi yang jelas.
Tidak mempunyai sumber sejarah yang jelas.
Mempunyai subjektivitas tinggi sehingga cenderung disusun berdasarkan kepentingan penguasa atau penulis.
Hanya menceritakan peristiwa sejarah dalam kehidupan yang terbatas.
Menggabungkan unsur realitas dan supranatural sehingga sulit untuk dicari kebenarannya.
Contoh Historiografi Tradisional
Ada banyak sekali bentuk dari historiografi tradisional. Beberapa di antaranya, yaitu:
Babad Tanah Jawi
Kitab Pararaton
Babad Tanah Pasundan
Kitab Negarakertagama
Hikayat Raja-Raja Pasai
Itu dia sekilas pembahasan mengenai historiografi tradisional dari pengertian hingga contohnya.(LAU)
