Mengenal Peran Djoko Marsaid dalam Sumpah Pemuda Tahun 1928

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peran Djoko Marsaid dalam Sumpah Pemuda adalah menjadi Wakil Ketua Kongres Pemuda II. Kongres tersebut dilaksanakan selama dua hari, yakni tanggal 27 – 28 Oktober 1928.
Setiap pemuda yang hadir dalam Kongres Pemuda II merupakan wakil dari organisasi-organisasi pemuda di Indonesia, termasuk Djoko Marsaid. Djoko Marsaid adalah pemuda yang menjadi wakil dari organisasi Jong Java.
Peran Djoko Marsaid dalam Sumpah Pemuda Tahun 1928
Djoko Marsaid merupakan salah satu tokoh penting dalam perjuangan pemuda Indonesia. Beliau adalah anggota dari Jong Java, yakni organisasi kepemudaan yang berdiri pada tahun 1918.
Selain menjadi bagian dari Jong Java, Djoko Marsaid juga aktif dalam berbagai kegiatan kepemudaan pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia. Salah satu kegiatan tersebut adalah Kongres Pemuda II yang dilaksanakan pada tanggal 27 – 28 Oktober 1928.
Kongres tersebut menghasilkan ikrar Sumpah Pemuda. Mengutip dari buku Explore Sejarah Indonesia Jilid 2 untuk SMA/MA Kelas XI karya Abdurakhman (2019: 110), Djoko Marsaid adalah Jong Java yang terpilih sebagai wakil ketua kongres.
Berdasarkan kondisi tersebut, dapat dipahami bahwa peran Djoko Marsaid dalam Sumpah Pemuda tahun 1928 adalah menjadi wakil dari Jong Java sekaligus menjadi wakil ketua dalam Kongres Pemuda II.
Bunyi Sumpah Pemuda yang Menjadi Hasil Kongres Pemuda II
Peran dari Djoko Marsaid dalam Kongres Pemuda II memang tidak banyak diketahui secara rinci. Namun, Djoko Marsaid sebagai wakil ketua kongres turut memberikan kontribusi besar terhadap lahirnya Sumpah Pemuda.
Sumpah Pemuda yang menjadi hasil Kongres Pemuda II itu merupakan simbol semangat nasionalisme serta persatuan bagi bangsa Indonesia. Mengutip dari buku yang sama, Abdurakhman (2019: 111), bunyi ikrar Sumpah Pemuda, yaitu:
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Berdasarkan ulasan di atas, jelas bahwa peran Djoko Marsaid dalam Sumpah Pemuda adalah menjadi wakil ketua kongres. Kongres tersebut merupakan Kongres Pemuda II yang berlangsung selama dua hari, yaitu tanggal 27 – 28 Oktober 1928. (AA)
