Konten dari Pengguna

Mengenal Raja Demak yang Paling Kuat Menentang Imperialisme Portugis

Sejarah dan Sosial
Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
10 November 2023 22:26 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ilustrasi Raja Demak (Pexels)
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi Raja Demak (Pexels)
ADVERTISEMENT
Raja Demak yang paling kuat menentang imperialisme Portugis menjadi titik fokus dalam sejarah gemilang perlawanan terhadap dominasi asing.
ADVERTISEMENT
Hal ini menjadi sebuah kisah kepemimpinan yang menegaskan keberanian dan ketangguhan dalam melindungi keutuhan wilayahnya dari upaya penjajahan.

Mengenal Kerajaan Demak

ilustrasi Raja Demak (Pexels)
Berdasarkan buku Demak Bintoro Kerajaan Islam Pertama di Jawa dari Kejayaan karya F. Taufiq El Jauquene, dunia pada abad ke-15 menyaksikan berdirinya Kerajaan Demak di Jawa, diikuti oleh Kerajaan Cirebon dan Kerajaan Banten.
Sebagai kerajaan Islam tertua di pulau Jawa, Demak memainkan peran penting dalam perkembangan agama dan budaya Islam di wilayah tersebut.

Profil Raja Demak yang Paling Kuat Menentang Imperialisme Portugis

Dalam perjalanan sejarah, seorang Raja Demak yakni Raden Patah muncul sebagai tokoh yang paling tangguh dalam menentang imperialisme Portugis, membela kemerdekaan dan keberlanjutan kerajaannya.
Berikut ini adalah profil dari Raja Demak yang menentang Imperialisme Portugis:
ADVERTISEMENT

1. Silsilah Keturunan

Raden Patah berasal dari keturunan Dinasti Ming melalui ibunya, Siu Ban Ci, dengan ayahnya adalah Raja Majapahit, Brawijaya 5.

2. Diasingkan ke Palembang

Kehidupan Raden Patah diwarnai oleh pengasingan ke Palembang ketika ibunya, Siu Ban Ci, hamil.
Permaisuri Raja Brawijaya 5, Ratu Dwarawati, tidak menyukai kehadiran Siu Ban Ci dan memutuskan untuk mengasingkannya di bawah pengawasan Adipati Palembang Arya Damar.

3. Kembali ke Tanah Jawa

Setelah dewasa, bersama adiknya, Raden Kusen, Raden Patah kembali ke tanah Jawa dan memperdalam pengetahuan Islam bersama Sunan Giri, Sunan Drajat, dan Sunan Bonang.
Raden Patah kemudian mengembangkan wilayah Bintara yang awalnya hutan belantara menjadi pusat pedesaan dan pesantren.

4. Mendirikan Kerajaan Demak

Dengan dukungan para Sunan dan Laksamana Cheng Ho, Raden Patah mendirikan Kerajaan Demak dan berhasil mengakhiri kekuasaan Kerajaan Majapahit.
ADVERTISEMENT

5. Perlawanan terhadap Portugis

Dalam menghadapi ancaman Portugis terhadap jalur perdagangan laut, Raden Patah mengutus Adipati Unus dan Fatahillah untuk melawan di wilayah Sunda Kelapa (sekarang Jakarta), menegaskan keberanian dan ketegasan dalam menentang imperialisme Portugis di Nusantara.
Itulah Raja Demak yang paling kuat melawan imperialisme Portugis sebagai lambang perlawanan yang gigih dan inspiratif.
Kisah kepemimpinan ini memberikan catatan berharga dalam sejarah perjuangan melawan penjajahan, memastikan keberlangsungan dan kedaulatan sebuah kerajaan yang tak gentar dihadapkan pada dominasi asing. (AZZ)