Konten dari Pengguna

Mengenal Sejarah dan Ciri-Ciri Suku Osing di Banyuwangi

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Artikel tentang Ciri-Ciri Suku Osing. Sumber: Tom Fisk/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Artikel tentang Ciri-Ciri Suku Osing. Sumber: Tom Fisk/Pexels.com

Suku Osing merupakan penduduk asli Banyuwangi, Jawa Timur. Salah satu ciri-ciri suku Osing adalah menggunakan bahasa Osing yang merupakan turunan bahasa Jawa Kuno.

Meski terbentuk dari subkultur etnis Jawa, namun suku Osing ternyata mempunyai adat dan budaya yang berbeda dengan suku Jawa.

Artikel berikut akan menjelaskan sejarah serta ciri-ciri suku Osing secara lengkap.

Sejarah dan Ciri-Ciri Suku Osing

Ilustrasi Membaca Sejarah. Sumber: RF._.studio/Pexels.com

Keberadaan etnis Osing mempunyai kaitan erat dengan kekuasaan Majapahit. Pasalnya, suku Osing terbentuk pada akhir kekuasaan Majapahit.

Ketika kerajaan Majapahit mengalami keruntuhan, penduduk banyak mengungsi ke sejumlah tempat. Beberapa tempat pengungsian itu adalah gunung Bromo, Blambangan, dan Bali.

Pada wilayah Blambangan inilah suku Osing terbentuk. Oleh sebab itu, nama lain dari suku Osing adalah Wong Blambangan atau Laros (Lare Osing).

Setiap suku yang ada di Indonesia bahkan dunia, tentu mempunyai kekhasan tersendiri. Demikian pula dengan suku Osing dari Banyuwangi.

Secara umum, ciri-ciri suku Osing, yaitu:

  • Menggunakan bahasa Osing;

  • Memiliki kemampuan yang menonjol dalam berbagai bidang, khususnya pada bidang tradisi;

  • Memiliki pakaian khas berupa jebeng dan thulik; dan berbagai kekhasan lainnya.

Mempelajari sejarah serta tradisi suatu suku memang tidak cukup dalam satu waktu singkat. Pasalnya, setiap bagian dari suku, baik sejarah, kisah, adat, maupun tradisi mempunyai filosofi masing-masing.

Namun, tak perlu khawatir, Sosial dan Sejarah akan memberikan penjelasan ringkas mengenai bahasa Osing bagi pembaca yang ingin mengetahuinya. Berikut penjelasannya yang dapat disimak.

Bahasa Osing, Bahasa Turunan Jawa Kuno

Ilustrasi Berbicara. Sumber: Pexels.com/Alexander Suhorucov

Berdasarkan sejarahnya, suku Osing mempunyai kaitan dengan Jawa. Oleh sebab itu, tak heran bila bahasa Osing merupakan bahasa baru yang mengandung turunan bahasa Jawa Kuno.

Wahyudiono dalam Lestari (2023: 91) pada buku berjudul Pengasuhan Anak: Teori dan Praktik Baik menjelaskan bahwa bahasa Osing merupakan bahasa turunan yang langsung dari bahasa Jawa Kuno, dulunya digunakan pada masa kerajaan Majapahit.

Masyarakat yang masih menggunakan bahasa Osing sebagai bahasa sehari-hari adalah masyarakat Desa Kemiren. Mereka menggunakan bahasa Osing untuk melestarikan budaya suku Osing serta mengenalkannya kepada masyarakat luar.

Contoh bahasa Osing, yaitu:

  • Sijai, artinya satu.

  • Byajul, artinya buaya.

  • Kabyeh, artinya semua.

Itulah penjelasan tentang sejarah serta ciri-ciri suku Osing di Banyuwangi. (AA)