Konten dari Pengguna

Mengenal Sejarah dan Letak Kerajaan Kutai Kartanegara

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sejarah kerajaan kutai kartanegara. Sumber foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sejarah kerajaan kutai kartanegara. Sumber foto: Unsplash

Kerajaan Kutai Kartanegara merupakan kerajaan Hindu yang didirikan pada 1300 M. Letak kerajaan Kutai Kartanegara berada di pedalaman Kalimantan.

Artikel ini akan membahas tentang sejarah serta letak Kerajaan Kutai Kartanegara. Mari simak di bawah ini.

Letak Kerajaan Kutai Kartanegara

Ilustrasi kerajaan kutai kartanegara. Sumber foto: Unsplash

Kerajaan Kutai Kartanegara merupakan salah satu kerajaan tertua di Indonesia.

Letak Kerajaan Kutai Kartanegara berada di Muara Kaman, tepatnya di pedalaman Kalimantan Timur dan berjarak kurang lebih 133 km dari Kota Samarinda.

Pusat Kerajaan Kutai Kartanegara awalnya berada di wilayah Jahitan Layar. Setelah itu, lokasinya berpindah ke Tepian Batu, Kutai Lama, Kalimantan Timur pada tahun 1732.

Kemudian selama masa kepemimpinan Sultan Aji Muhammad Idris, ibu kota Kerajaan Kutai Kartanegara dipindahkan ke Pemarangan (sekarang menjadi Desa Jembayan, Loa Kuli, Kabupaten Kutai Kartanegara).

Sejarah Kerajaan Kutai Kartanegara

Kerajaan Kutai Kartanegara dibangun pada 1300 Masehi oleh Aji Batara Agung Dewa Sakti, yang kemudian menjadi penguasa selama 5 tahun.

Awalnya, Kutai Kartanegara merupakan kerajaan yang menganut agama Hindu. Namun, pengaruh Hindu di Kerajaan Kutai Kartanegara mulai berkurang seiring serangan Kerajaan Demak ke Kerajaan Majapahit.

Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam terbesar di Jawa. Oleh sebab itu, serangan ke Kerajaan Majapahit berhasil memperluas penyebaran agama Islam di Nusantara. Bahkan memengaruhi kerajaan-kerajaan lain, termasuk Kerajaan Kutai Kartanegara.

Dikutip dari buku Seri IPS Sejarah, saat Islam masuk pada abad ke-17, agama tersebut disambut baik oleh seluruh anggota Kerajaan Kutai Kartanegara. Hingga akhirnya Kutai Kartanegara berubah menjadi kesultanan.

Terdapat sejumlah raja yang mempimpin Kerajaan Kutai Kartanegara, antara lain:

  • Aji Batara Agung Dewa Sakti (1300-1325)

  • Aji Batara Agung Paduka Nira (1325-1360)

  • Aji Maharaja Sultan (1360-1420)

  • Aji Raja Mandarsyah (1420-1475)

  • Aji Pangeran Tumenggung Bayabaya (1475-1545)

  • Aji Raja Mahkota Mulia Alam (1545-1610)

  • Aji Dilanggar (1610-1635)

  • Aji Pangeran Sinum Panji Mendapa (1635-1650)

  • Aji Pangeran Dipati Agung (1650-1665)

  • Aji Pangeran Dipati Maja Kusuma (1665-1686)

  • Aji Ragi (1686-1700)

  • Aji Pangeran Dipati Tua (1700-1710)

  • Aji Pangeran Anum Panji Mendapa (1710-1735)

  • Sultan Aji Muhammad Idris (1735-1778)

  • Sultan Aji Muhammad Aliyeddin (1778-1780)

  • Sultan Aji Muhammad Muslihuddin (1780-1816)

  • Sultan Aji Muhammad Salehuddin (1816-1845)

  • Sultan Aji Muhammad Sulaiman (1850-1899)

  • Sultan Aji Muhammad Alimuddin (1899-1910)

  • Sultan Aji Muhammad Parikesit (1920-1960)

  • Sultan Haji Aji Muhammad Salehuddin II (2001-2018)

  • Sultan Aji Pangeran Praboe Anoem Soerya Adiningrat (2018-sekarang)

Pada tahun 1999, Bupati Kutai Kartanegara kala itu, Syaukani Hasan Rais, mengusulkan ide untuk menghidupkan kembali kerajaan ini.

Menurutnya, hal ini dilakukan untuk melestarikan warisan dan sejarah budaya. Setelah mendapat persetujuan dari presiden RI, kerajaan ini kembali dihidupkan dengan Sultan Haji Aji Muhammad Salehuddin II sebagai penerusnya.

Demikian pembahasan mengenai letak Kerajaan Kutai Kartanegara beserta sejarahnya. Semoga bermanfaat! (RN)