Konten dari Pengguna

Mengenal Sejarah Hari Polwan dan Tokoh Polisi Wanita Pertama

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sejarah Hari Polwan. Sumber foto: Diegoparra/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sejarah Hari Polwan. Sumber foto: Diegoparra/Pixabay

Hari Polisi Wanita (Polwan) diperingati setiap tanggal 1 September. Sejarah Hari Polwan sendiri tak terlepas dari terjadinya Agresi Militer Belanda II.

Handayani dalam Polisi Wanita (Polwan) Di Sumatera Barat (1948-2013) Suatu Studi Historis Komparatif menyebutkan jika sebelumnya wanita tidak mendapatkan akses untuk mengikuti pendidikan polisi.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar sejarah Hari Polwan dan tokoh polisi wanita pertama, mari baca artikel berikut ini.

Sejarah Hari Polwan

Ilustrasi sejarah Hari Polwan. Sumber foto: Michael Förtsch/Pexels.com

Hari Polisi Wanita diperingati setiap tanggal 1 September. Sejarah Hari Polwan sendiri berawal dari pembatasan pendidikan kepolisian yang dikhususkan bagi pria pada tahun 1948.

Kala itu, para polisi pria merasa kesulitan dalam menyelesaikan tugas yang berkaitan dengan Agresi Militer Belanda II. Agresi tersebut menyebabkan banyak pria, wanita, hingga anak-anak memutuskan untuk mengungsi dan menjauh dari lokasi peperangan.

Untuk mencegah adanya penyusupan, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) pun terpaksa harus menggeledah para pengungsi, baik secara fisik hingga material.

Namun, pemeriksaan tersebut hanya dilakukan oleh polisi pria sehingga akan bermasalah jika mereka harus menggeledah para pengungsi wanita.

Hal itulah yang membuat para organisasi wanita di wilayah Bukittinggi, Sumatra Barat memberikan usulan kepada pemerintah untuk turun tangan dan diikutsertakan ke dalam pendidikan kepolisian.

Pasca kejadian itulah, akhirnya Cabang Djawatan Kepolisian Negara di wilayah Sumatra mengizinkan para wanita untuk mengikuti pendidikan kepolisian dan melahirkan 6 siswa wanita calon Polwan pada 1 September 1948.

Keenam siswa wanita tersebut akhirnya menempuh pendidikan polisi bersama dengan 44 siswa pria di SPN Bukittinggi. Dari situlah akhirnya tanggal 1 September ditetapkan sebagai Hari Polwan Indonesia.

Tokoh Polisi Wanita Pertama

SPN Bukittinggi mampu melahirkan enam polisi wanita pertama yang berhasil menempuh pendidikan.

Adapun keenam polisi wanita pertama tersebut, yaitu Dahniar Sukotjo, Djasmainar, Mariana Saanin, Nelly Pauna, Rosmalina Loekman, serta Rosnalia Taher.

Demikian informasi seputar sejarah Hari Polwan serta tokoh-tokoh polisi wanita pertama di Indonesia. [ENF]