Mengenal Sejarah Hari Wayang Nasional beserta Tujuannya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah Hari Wayang Nasional menjadi salah satu wawasan yang menarik untuk dibahas karena menyangkut salah satu budaya Indonesia.
Dikutip dari Buku Ajar Bahasa Indonesia oleh Asyhari, dkk., wayang merupakan seni pertunjukkan yang ditetapkan sebagai warisan budaya asli Indonesia. UNESCO menetapkan wayang sebagai pertunjukan bayangan boneka tersohor dari Indonesia.
Setiap tanggal 7 November, diperingati sebagai Hari Wayang Nasional. Bagaimana sejarahnya?
Sejarah Hari Wayang Nasional
Sejarah Hari Wayang Nasional bermula saat Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Dunia (UNESCO) memberi penghargaan pada wayang di tanggal 7 November 2003 sebagai "Masterpiece of the Oral Intangible Heritage of Humanity".
Setelah mendapat penghargaan tersebut, wayang masuk dalam Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada kategori Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity yang berjudul The Wayang Puppet Theater pada 4 November 2008.
Pada 17 Desember 2018, Presiden Joko Widodo mengeluarkan Kepres Nomor 30 Tahun 2018 yang menetapkan 7 November sebagai Hari Wayang Nasional. Presiden menandatangani Kepres tersebut secara langsung di hadapan wakil budayawan dan seniman yang bertempat di Istana Merdeka.
Tujuan Hari Wayang Nasional
Penetapan dari Hari Wayang Nasional dapat disebut berasal dari usulan masyarakat, yaitu komunitas pewayangan Indonesia melalui Senawangi atau Sekretariat Nasional Wayang Indonesia.
Usulan tersebut disalurkan pada Kemendikbud yang dilanjutkan pada Kementerian PMK dan Setneg. Tujuan dari usulan tersebut adalah untuk memberi momentum para pewayang maupun seniman dalam merayakan Wayang sebagai budaya yang dicintai.
Ditetapkannya Hari Wayang Nasional menjadi harapan bagi masyarakat pewayangan agar terus meningkatkan kreativitas pelestarian budaya wayang. Selain itu, adanya perayaan Hari Wayang Nasional juga mendorong masyarakat umum untuk mencintai dan turut melestarikan budaya Indonesia.
Wayang sendiri tersebar di berbagai wilayah Indonesia dengan jenis yang diperkirakan mencapai 100 jenis wayang yang bertumbuh dan berkembang. Misalnya, Wayang Kulit Purwa berkembang di Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, dan Yogyakarta.
Selain itu, Wayang Golek Sunda berkembang di Jawa Barat. Sedangkan Wayang Banjar berkembang di Kalimantan Selatan.
Nah, itu dia sekilas pembahasan mengenai sejarah Hari Wayang Nasional beserta tujuannya. (LAU)
