Mengenal Siapa Saja Pendiri AFTA dan Tujuan Pendiriannya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

AFTA atau Asean Free Trade Area adalah kerja sama perdagangan di antara negara-negara Asia Tenggara. Adapun pendiri AFTA adalah negara-negara di ASEAN, termasuk Indonesia.
Sari dalam Kebijakan Malaysia Tentang Kebijakan AFTA (ASEAN Free Trade Area) (perbandingan kebijakan sebelum dan sesudah krisis ekonomi tahun 1997) menyebutkan bahwa AFTA didirikan untuk mendorong perekonomian negara-negara di ASEAN.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai siapa saja pendiri AFTA, baca artikel ini sampai habis.
Pendiri AFTA dan Latar Belakang Pendiriannya
AFTA adalah singkatan dari ASEAN Free Trade Area. Organisasi tersebut adalah bentuk kerja sama perdagangan antara negara-negara di wilayah ASEAN.
Perjanjian AFTA sendiri ditandatangani pada 28 Januari 1992 bertempat di Singapura. Adapun pendiri AFTA adalah enam negara di ASEAN, yaitu Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Malaysia, Singapura, serta Thailand.
Latar belakang pendirian AFTA, yakni untuk menyikapi adanya perkembangan ekonomi dunia pada 1980 dan menimbulkan ketidakpastian secara internasional.
Selain itu, pendirian organisasi ini juga didorong dengan perkembangan ekonomi yang dialami oleh setiap negara ASEAN, tetapi tidak ada dampaknya pada kerja sama antaranggota.
Itulah mengapa, setiap negara di ASEAN membutuhkan suatu wadah untuk mendorong kemajuan perekonomian di ASEAN. Bukan hanya itu, wilayah ASEAN juga membutuhkan wadah untuk meningkatkan persatuan antarnegara di ASEAN.
Tujuan Pendirian AFTA
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, AFTA adalah wadah kerja sama perdagangan di antara negara-negara ASEAN. Adapun beberapa tujuan pendirian AFTA adalah.
Membentuk wilayah bebas perdagangan untuk meningkatkan daya saing perekonomian regional dan menjadikan negara-negara anggota ASEAN sebagai pusat produksi dunia.
Meningkatkan perdagangan antar negara-negara anggota ASEAN.
Membantu menarik banyak investasi asing secara langsung.
Mengefisiensikan produksi dalam rangka meningkatkan persaingan ekonomi dunia untuk jangka panjang.
Membantu meningkatkan kualitas produk untuk memberikan pengalaman terbaik bagi konsumen.
Meningkatkan keunggulan kompetitif.
Mewadahi kerja sama antar setiap negara ASEAN.
Membangun hubungan baik antar negara-negara ASEAN.
Demikian sederet informasi seputar siapa saja pendiri AFTA beserta tujuan pendiriannya. [ENF]
